JawaPos Radar

Tak Disangka! Begini Kata Tetangga Terduga Teroris di Tangerang

16/05/2018, 16:11 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Tak Disangka! Begini Kata Tetangga Terduga Teroris di Tangerang
Densus 88 mengerebek dan menangkap terduga teroris di Tangerang (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Warga tidak menyangka tetangganya ternyata terduga teroris ditangkap polisi di rumahnya di Jalan Gempol Raya Pinang, Kunciran, Kota Tangerang. Dari sini, polisi menangkap tiga pelaku yang diduga teroris dan satu perempuan bercadar hitam.

Tetangga pelaku yang berada di depan rumahnya, Midah, menjelaskan, polisi menangkap Kohir, istrinya, dan karyawannya. Ia pun mengaku tak menyangka bahwa Kohir akan ditangkap.

"Saya tidak menyangka si Om (Kohir) bakal ditangkap. Padahal sebelum ditangkap, saya sempat bercanda sama dia. Tadi kami bercanda, 'Ayo sini makan siang terakhir'. Si Om balas, 'Iya ayo makan siang terakhir'. Eh bener makan siang terakhir, si Om dibawa polisi," kata wanita yang sehari-hari berdagang itu kepada JawaPos.com, di Jalan Gempol Raya Pinang, Kunciran, Kota Tangerang, Rabu (16/5).

Tak Disangka! Begini Kata Tetangga Terduga Teroris di Tangerang
Perempuan bercadar hitam diamankan pihak kepolisian ()

Ia menambahkan, Kohir dikenal sebagai orang ramah dan baik. Kesehariannya normal, seperti layaknya warga pada umumnya. "Si Om juga rajin salatnya. Sering ke masjid, salat. Sering nyapa warga dan bercanda juga. Kalau istrinya setahu saya pendiam," lanjutnya.

Sang istri, dijelaskan Midah tak banyak bicara. Ia juga jarang untuk menyapa warga sekitar. "Kalau istrinya saya enggak tau. Dia nyapa saja kalau disapa duluan," bebernya.

Lanjut padagang gorengan ini, usaha vermak jeans di rumah Kohir adalah milik kakaknya. Kohir, hanya menjalankan usaha kakaknya dan memiliki satu orang karyawan.

"Karyawan yang ditangkap polisi itu setahu saya belum lama di sini. Kohir saja menikah belum lama dengan istrinya," imbuhnya.

Dijelaskan, Kohir sudah menetap selama satu tahunan. Ia menikah baru sekitar tiga bulanan. "Istrinya belum lama pulang kampung ke Sukabumi atau Bogor gitu. Katanya mau mengurus pasongan. Jadi istri Kohir ini berhenti bekerja pas sudah menikah dengan Kohir. Katanya dulu si istri bekerja di pabrik sepatu," jelasnya.

Saat penangkapan, Midah mengatakan bahwa ada segerombolan orang dengan memakai penutup muka di wajahnya menghampiri Kohir. Saat itu, Kohir sehabis membuang sampah.

"Jadi sekitar jam 11.30 WIB, ada sekitar 15 sampai 20 orang datang menghampiri Kohir. Terus ada suara teriakan 'ampun'. Tidak lama, ada suara tembakan peringatan gitu. Saya kira perampokan," terangnya.

Setelah itu, datang segerombolan orang lagi dari arah lain menuju ke rumah Kohir. Ia (Kohir) sendiri, dijelaskan Midah, diintograsi di dalam mobil. "Istri dan karyawannya di luar duduk. Dijaga ketat gitu. Si Om di dalam mobil, cukup lama di dalam. Tidak lama, dibawa," tutupnya.

(ce1/sab/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up