JawaPos Radar

Kemensos Janji Bantu Anak-anak Korban dan Pelaku Teror Bom Bunuh Diri

16/05/2018, 14:36 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Bantuan Kemensos
BANSOS: Menteri Perdagangan Republik Indonesia Enggartiasto Lukita (kiri) dan Menteri Sosial Republik Indonesia Idrus Marham (kanan) saat ditemui usai diskusi Indonesia Maju di UTC Convention Center, Semarang, Rabu (16/5). (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kementerian Sosial menyatakan bakal memberikan perhatian berbentuk santunan kepada korban terdampak aksi terorisme. Selain uang tunai, bantuan lain berupa pendidikan bagi anak-anak, baik dari pihak korban maupun pelaku, juga akan dijamin pemerintah. 

Hal tersebut, sebagaimana Menteri Sosial Idrus Marham sebutkan sudah sesuai Protap terkait penanganan bencana. "Sudah ada prosedurnya. Baik bencana alam, non alam, juga bencana sosial. Untuk aksi terorisme itu termasuk kategori bencana sosial," jelasnya usai diskusi Indonesia Maju di UTC Convention Center, Semarang, Rabu (16/5). 

Menurut Idrus, bantuan yang akan diberikan senilai Rp 15 juta. Dan akan diberikan langsung kepada keluarga atau ahli waris korban teror bom. Dia mencontohkan bantuan kepada korban aksi terorisme yang telah diberikan yakni untuk keluarga anggota Brimob yang meninggal setelah disandera napi teroris di Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jakarta.

"Faktor lain yang juga turut pemerintah perhatikan, mulai dari pendidikan atau sekolahnya. Juga pemulihan psikologis kami berikan," lanjut pria kelahiran Mattiroade, Sulawesi Selatan yang juga Politisi Partai Golkar itu.

Idrus menambahkan, perhatian kepada anak-anak korban terorisme tersebut adalah perintah langsung dari Presiden Joko Widodo. Dimana sebutnya, sang Kepala Negara berpesan agar jangan ada satu pun anak bangsa yang tidak bisa melanjutkan pendidikan, meski sedang terkena bencana.

Bencana yang dimaksud tak hanya berupa kejadian alam saja, namun juga bencana sosial seperti yang dirasakan keluarga korban dan pelaku teroris ini. "Presiden minta anak-anak diperhatikan. Korban diperhatikan. Ini tidak harus dari kementerian, bisa dari pemda atau pihak lain," lanjutnya. 

Seperti diketahui, pelaku teror di Surabaya dan Sidoarjo beberapa waktu lalu melibatkan sejumlah anak-anak. Beberapa bahkan diajak untuk meledakkan bom di gereja dan Mapolrestabes Surabaya. Selain itu, peristiwa tragis itu juga menyebabkan anak-anak harus kehilangan orang tuanya lantaran menjadi korban rentetan serangan bom bunuh diri.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up