JawaPos Radar

Kisah Lurah Kramat Jati Melawan Ratusan Preman saat Perjuangkan Aset

16/05/2018, 10:00 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Kisah Lurah Kramat Jati Melawan Ratusan Preman saat Perjuangkan Aset
Lurah Kramat Jati Husin Abdullah (Yesika Dinta/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Menyelamatkan aset pemerintah bukanlah hal yang mudah. Banyak lika-liku cerita yang dilewati Lurah Kramat Jati Husin Abdullah sebelum menerima penghargaan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Berintegritas dari Pemprov DKI Jakarta atas jasanya mendapatkan kembali tanah desa yang sebelumnya digugat.

Setelah gugatan dimenangkan oleh seorang warga Bidara Cina, yakni Wan Ahmad dan ahli warisnya pada 2005 lalu, Husin tak menyerah. Dirinya yang baru menjabat pada 2015 menggugat balik warga yang ingin mengusai lahan tersebut.

Namun, proses gugatan tak sepenuhnya mulus seperti yang dibayangkan. Dia menuturkan bahwa sempat mengalami intimidasi dan ancaman dari para preman penjaga tanah yang terletak di samping Kantor Camat Kramat Jati, Jakarta Timur itu.

"Saya dihimpit 300 orang preman dan 2.000 warga yang mau mempertahankan lahan," ujar Husin di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (15/5).

Saat itu, Husin yang mengaku tidak takut menghadapi intimidasi, tidak ingin warganya saling bentrok. Dirinya terjun langsung untuk mengusir para preman.

"Kejadiannya di tahun 2017 yang lalu, sekitar bulan Mei. Pernah kejadian seperti itu sehingga ada sedikit masalah. (Pihak Wan Ahmad) merasa sudah menang, dia gunakanlah preman itu untuk menjaga, tapi saya usir. Saya sendiri yang ngusirnya," tutur dia.

Menurut dia, keberaniannya itu wajar mengingat dirinya seorang pimpinan wilayah. “Ya karena saya bicara ini masalah otoritas wilayah. Saya berada di (posisi) benar-benar terhimpit pada saat itu,” paparnya.

Sebelumnya, aset lahan yang dimaksud yakni Lapangan Bola Hek di Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur dengan total luas lahan 7.200 meter persegi dan bernilai lebih dari Rp 110 miliar.

"Saat ini masih dalam gugatan hukum, mereka ingin menguasai lahan tersebut agar pindah tangan dari Pemda DKI menjadi milik perorangan," kata Husin.

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur DKI Jakrta Anies Baswedan saat acara launching rencana aksi program pemberantasan korupsi terintegrasi Pemprov DKI Jakarta yang disaksikan Ketua Komite Pencegahan Korupsi DKI Bambang Widjajanto dan Wakil Ketua Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang.

"Saya menyerahkan surat penghargaan kepada Lurah Kramat Jati, Bapak Husni, lengkapnya Husni Abdullah. Beliau mempertahankan tanah milik Pemprov DKI Jakarta yang hampir diambil alih," kata Anies di Balai Kota, Selasa (15/5). 

(ce1/yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up