JawaPos Radar

Berkenalan dengan Mbok Cikrak, TKW Cantik yang Sukses di Taiwan

16/05/2018, 10:00 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Berkenalan dengan Mbok Cikrak, TKW Cantik yang Sukses di Taiwan
Mbok Cingkrak mantan TKW di Taiwan yang kini sukses sebagai konsultan para calon TKW lewat media sosial. (Pribadi)
Share this image

JawaPos.com - Namanya Mbok Cikrak. Sudah terkenal di kalangan para Tenaga Kerja Wanita (TKW). Ibu dua anak berparas cantik itu memang pernah bekerja di Taiwan. Kini, dia kerap membantu para pekerja yang berada di bandara. Sebab, seringkali para tenaga kerja jadi sasaran agen kurang bertanggung jawab saat akan kembali ke tanah air.

Beberapa kali ia menemukan sesama orang Indonesia terlantar begitu saja di bandara. Rata-rata di antara mereka tak tahu apa yang dilakukan, yang lainnya bahkan tertipu dengan tiket pulang.

Berawal saat usianya 18 tahun di tahun 2000. Keadaan ekonomi mengharuskan Mbok bekerja ke Taiwan. Mbok tak punya pengalaman buruk selama bekerja.

Berkenalan dengan Mbok Cikrak, TKW Cantik yang Sukses di Taiwan
Mbok Cingkrak mantan TKW di Taiwan yang kini sukses sebagai konsultan para calon TKW lewat media sosial. (Pribadi)

Beruntung dia tidak mendapatkan majikan yang galak. Dia bekerja selama tiga tahun merawat orang tua yang sakit.

"Saat itu jadi pembantu, pembantu kece lah. Saya merawat orang sakit. Dan majikan saya baik sekali. Tak ada bekal apa-apa saat itu. Belajar bahasa asing hanya 1 bulan di PT," ungkapnya dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Selasa (15/5).

Sepuluh tahun Mbok berkutat di Bandara Taiwan. Dia pernah dipanggil dengan sebutan calo bandara karena keaktifannya mengurus para pekerja. Namun Mbok tutup telinga, dia tetap membantu dan ikhlas bekerja. Secara aktif Mbok menerangkan mengenai apa yang diperbolehkan dan dilarang sebelum pulang ke Indonesia.

‎"Yang enggak boleh itu kayak senter, pulang ke Indonesia kadang-kadang teman-teman bawa senter, raket listrik, kipas angin. Soalnya barang-barang itu di pasar malem sini kan murah banget. Jadi mereka bawa buat di kampung. Ternyata enggak boleh dibawa pulang harus di kargoin," ujarnya.

Hingga kini Mbok memanfaatkan media sosial untuk melayani pertanyaan para TKW tentang berbagai saran bekerja di luar negeri. ‎Dari media sosial Bigo saja, Mbok bisa mendulang sekitar Rp 15 juta per bulan. Uang tersebut belum termasuk usaha kosmetik yang dijalankan Mbok.

Sampai sekarang Mbok terus memberi tips untuk para pekerja yang saat ini berada di luar sana. "Pintar-pintar memanfaatkan teknologi. Kalau ada masalah jangan langsung kabur. Karena kalau kabur gitu saja kita akan susah dapat kerja lagi," ujarnya.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up