JawaPos Radar

RI-1 Dicegat di Tol Juanda, Pomal dengan Sigap Mengamankan

15/05/2018, 18:47 WIB | Editor: Soejatmiko
RI-1 Dicegat di Tol Juanda, Pomal dengan Sigap Mengamankan
30 siswa Pusat Pendidikan Polisi Militer Angkatan Laut (Pusdik Pomal), Komando Pendidikan Dukungan Umum (Kodikdukum) Komando Pembinaan Doktrim Pendidikan dan latihan TNI AL (Kodiklatar), melaksanakan latihan praktik simulasi pengawalan Presiden (suryo eko putro/jawapos koran)
Share this image

JawaPos.com - Saat RI-1 melaju di tol Juanda-Surabaya untuk kembali ke Jakarta, tiba-tiba sekelompok orang bersenjata menghadang laju konvoi, Selasa (15/5). Namun, dengan sigapnya puluhan personel Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) langsung mengamankan RI-1.

Selanjutnya terjadilah baku tembak antara pasukan pengawal dan kelompok gerombolan bersenjata itu. Akhirnya sekelompok orang bersenjata itu berhasil dilumpuhkan. Itulah skenario latihan praktik 30 siswa Pusat Pendidikan Polisi Militer Angkatan Laut (Pusdik Pomal), Komando Pendidikan Dukungan Umum (Kodikdukum) Komando Pembinaan Doktrim Pendidikan dan latihan TNI AL (Kodiklatar), melaksanakan latihan praktik simulasi pengawalan Protokoler Kenegaraan (Walprotneg). 

Praktik Walprotneg berlokasi di sejumlah tempat berbeda. Antara lain di kesatrian Kodiklatal, Graha Samudera Bumimoro (GSB), Jalan Tol Perak-Waru, dan Bandara Juanda. Kegiatan dibuka Komandan Sekolah Perwira Pusdikpomal Mayor Laut (PM) Ari Estiyanto SH, mewakili Komandan Pusdikpomal Kolonel Laut (PM) Khoirul Fuad SH, di lapangan apel Pusdikpomal, Kodiklatal.

RI-1 Dicegat di Tol Juanda, Pomal dengan Sigap Mengamankan
Para siswa Pusat Pendidikan Polisi Militer Angkatan Laut (Pusdik Pomal), praktik melakukan pengawalan tamu negara, Selasa (15/5) (surya eko putro/jawapos koran)

Danpusdikpomal Kolonel Laut (PM) Khoirul Fuad, SH, dalam amanat yang dibacakan Pusdikpomal Mayor Laut (PM) Ari Estiyanto SH, mengatakan, tujuan diselenggarkannya kegiatan itu untuk mengaplikasikan semua pelajaran teori yang diterima di kelas di medan sesungguhnya.

Dari latihan ini diharapkan para perwira siswa memperoleh pengalaman dan gambaran yang jelas mengenai bagaimana prosedur Walprotneg dalam upaya meningkatkan profesionalisme sebagai prajurit Pomal. "Kami menyiapkan SDM yang nantinya mengisi di Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden)," tegas Fuad.

Alumnus Akademi Angkatan Laut 1996 itu memberi bekal kepada para siswa agar dapat mengembangkan kemampuan dalam pengamanan tamu negara serta kegiatan protokoler. "Komposisi personel di Paspampres selain diisi pasukan khusus, separuhnya dari Polisi Militer," lanjut mantan Komandan Pomal Lantamal V Surabaya itu.

Salah satu latihan berupa simulasi pengawalan RI-1. Rutenya dari kesatrian Bumimoro, melewati jalan tol dan ruas jalan umum sampai ke Bandara Juanda pergi-pulang. Hal itu sengaja untuk mendekatkan kondisi yang sebenarnya. "Jadikan latihan ini sebagai bekal pada penugasan dan tidak menutup kemungkinan nantinya menjadi pelaku dalam pengamanan RI-1," pesan Pamen tiga melati kelahiran Kediri itu.

Adapun skenario dalam latihan memperlihatkan RI-1 sedang mengikuti acara kenegaraan di suatu tempat yang disimulasikan di GSB. Posisi start dari Lapangan Laut Maluku, Kodiklatal sebagai istana negara menuju Bandara Juanda. Dalam perjalanan tersebut, RI-1 mendapatkan gangguan. Salah satunya serangan tembakan dari gerombolan bersenjata.

Dalam kondisi tersebut disimulasikan bagaimana prosedur evakuasi RI-1. Kemudian pergantian kendaraan bila terjadi kerusakan mobil VIP. Selanjutnya mengatasi demonstran dalam perjalanan hingga penyelamatan saat tim kawal mengalami kecelakaan berupa tembakan dari musuh.

(sep/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up