JawaPos Radar

Terancam Hukuman Seumur Hidup

Begini Pengakuan Penyebar Isu Teror Bom di Gereja Santa Anna

15/05/2018, 13:57 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Begini Pengakuan Penyebar Isu Teror Bom di Gereja Santa Anna
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Yoyon Tony Surya sedang bertanya dengan pelaku penyebar informasi teror bom di Gereja Santa Anna Duren Sawit, Jakarta Timur (Evi Ariska/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Ini bukti untuk tidak main-main dengan isu teror. Seorang pria berinisial MIA, 25, ditangkap aparat kepolisian dan terancam hukuman seumur hidup karena menjadi penyebar isu Gereja Santa Anna di Jakarta Timur dibom.

MIA seorang pekerja serabutan mengaku hanya iseng, tidak mempunyai motif apa pun saat menyebarkan informasi hoax yang membuat warga Duren Sawit heboh. Bahkan anggota polisi dan TNI dibuatnya kewalahan mencari tas diduga bom itu.

"Menyesal Pak. Saya enggak ada tujuan Pak. Cuma iseng doang Pak," kata MIA saat ditanyai motifnya menyebar informasi hoax di Polres Metro Jakarta Timur, Selasa (16/5).

Setelah berhasil membuat panik seluruh masyarakat yang saat ini berada dalam situasi genting siaga satu, pria lajang itu bahkan enggan menunjukkan wajahnya. Saat polisi hendak membuka penutup wajahnya, dia menahan masker hitam tersebut lantaran merasa malu. "Jangan dibuka Pak, malu Pak," ujar MIA.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Yoyon Tony Surya memastikan MIA terancam pasal berlapis atas penyebaran informasi bohong yakni Pasal 458 Jo Pasal 29 UU RI No. 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik/ITE (ancaman hukuman maksimal 4 tahun, denda maksimum Rp 750.000.000) dan Pasal 6 dan atau Pasal 7 Perpu No. 1 Tahun 2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara atau maksimal 20 tahun atau seumur hidup atau hukuman mati.

"Artinya kita terapkan pasal berlapis. Kalau nanti perbuatan melawan hukum ini terbukti baik memberikan berita bohong lewat transaksi elektronik maka kita terapkan UU ITE. Di samping itu kita terapkan UU pemberantasan tindak pidana terorisme. Ancaman hukukam bisa 20 tahun bahkan seumur hidup," pungkasnya.

(ce1/eve/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up