JawaPos Radar

Berawal dari Sakit Hati, Warga Kestalan Sulap Kampungnya Jadi Pelangi

Dipenuhi Lukisan Mural

12/05/2018, 14:48 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kampung Mural
MURAL: Salah satu sudut kampung yang temboknya dihiasi dengan lukisam mural untuk merubah kesan kampung yang dulunya dikenal kumuh. (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Jika di Semarang terdapat kampung Pelangi, di Solo juga ada kampung mural dan airbrush. Kampung yang berlokasi di Kestalan RT 02 RW 4, Banjarsari itu kemudian oleh warga diberi nama kampung C3 yakni Cat Cerah Ceria.

Penamaan kampung ini bermula dari diubahnya wajah kampung menjadi penuh riasan airbrush. Sehingga, kampung yang berlokasi di kawasan RRI itu tampak begitu warna warni cerah. Dari situlah warga menyebut kampungnya menjadi kampung C3.

Kampung C3 didominasi oleh warganya yang berprofesi sebagai tukang cat. Khususnya cat kendaraan. Baik itu kendaraan roda dua maupun roda empat. Kemudian muncullah ide untuk mengubah kampung itu berbeda dengan kampung yang lainnya.

Kampung Mural
KAMPUNG 3C: Warga tengah beraktivitas di kampung C3 Kestalan, Banjarsari, Solo, Jateng, Sabtu (12/5). (Ari Purnomo/JawaPos.com)

"Kami sempat sakit hati saat kampung ini disebut sebagai kampung kumuh. Makanya kami ubah untuk mengubahnya agar tidak ada kesan kumuh lagi," ungkap sesepuh kampung yang akrab disapa Mbah Wito tersebut. 

Dari situlah warga bergerak secara swadaya untuk membuat mural dan airbrush di setiap tembok di kampung tersebut. Ada sekitar 35 kios yang dihias dengan berbagai lukisan cat yang menawan. Keindahan itulah yang kemudian menghapus kesan kumuh yang sempat disematkan di kampung Kestalan.

"Semuanya kami lakukan secara swadaya, dan sampai sekarang sudah menghabiskan dana sampai puluhan juta," katanya. 

Tidak hanya itu, Ketua RT setempat, Sunardi, mengungkapkan bahwa warga tidak hanya ingin mengubah kesan kumuh, tetapi juga menghilangkan kesan tempatnya PSK. Jadi berbagai upaya terus dilakukan oleh warga guna mempercantik wajah kampung.

Dan terbukti, dengan berbagai upaya tersebut banyak pengunjung yang datang ke kampung C3. "Selain warga Solo yang ingin berswafoto, tapi juga ada dari Banyuwangi yang datang ke sini. Padahal Pokdarwis dari Banyuwangi itu sudah menang tingkat dunia tetapi masih tertarik datang ke sini untuk melihat kreasi warga kami," ucap Sunardi Bangga. 

Dia berharap, kreasi untuk mengubah wajah kampung C3 tidak cukup berhenti di sini. Tetapi, ke depan warga akan kembali membuat gebrakan dengan menggambar jalan yang membentang di kampung tersebut.

Dengan begitu, keindahan kampung yang identik dengan kampung cat itu akan semakin dikenal. Tidak hanya di Solo saja, tetapi di Indonesia. "Kampung ini memang sudah dikenal sebagai kampung cat sejak tahun 1956, dan sampai sekarang banyak tukang cat yang sudah pindah ke lokasi lain dan mengembangkan usahanya di luar," tandasnya.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up