JawaPos Radar

Gerobak Pikul Cilok Berisi Lima Kilogram Sabu dan Ribuan Inex

27/04/2018, 07:15 WIB | Editor: Estu Suryowati
Gerobak Pikul Cilok Berisi Lima Kilogram Sabu dan Ribuan Inex
BARANG BUKTI. Petugas tengah menunjukkan barang bukti narkoba dan empat orang yang diamankan, Kamis (26/4). (dok warga for Rakyat Kalbar (Jawa Pos Grup))
Share this image

JawaPos.com - Seorang pedagang makanan jenis cilok di Dusun Merabu, Desa Bange, Kecamatan Sanggau Ledo, berinisial YO alias Gondrong, terpaksa ditangkap petugas gabungan lantaran diduga terlibat dalam penyalahgunaan dan perdaran narkoba. Gondrong ditangkap di kediamannya sekitar pukul 02.15 WIB.

Kini, lelaki kelahiran Jombang, Jawa Timur 32 tahun silam itu masih diperiksa petugas. Selain Gondrong, petugas juga menangkap tiga orang lelaki lainnya.

"Pengedar narkoba kali ini ditangkap oleh personel BNN bekerja sama dengan Polsek Sanggau Ledo," ujar Kapolres Bengkayang AKBP Permadi Syahid Putra, dikutip dari Rakyat  Kalbar (Jawa Pos Group), Jumat (27/4).

Permadi menuturkan, penangkapan pelaku berawal dari informasi warga bahwa Gondrong diduga kuat terlibat dalam jaringan narkoba. Setelah dilakukan pengintaian cukup lama, akhirnya Gondrong berhasil diamankan.

Petugas menggeledah Gondrong dan seluruh isi rumahnya. Dalam penggeledahan, ditemukan barang bukti berupa sabu dan pil ekstasi. "Hasil penggeledahan, ditemukan barang bukti sabu dan ekstasi di gerobak yang biasa digunakannya untuk jualan cilok," kata Permadi.

Lebih lanjut dia mengatakan, pelaku sudah dibawa oleh anggota BNNP Kalbar ke Pontianak untuk diproses sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Atas peristiwa ini, Permadi memperketat pengawasan dan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap peredaran narkoba di wilayah hukumnya.

"Kami juga mengimbau masyarakat Kabupaten Bengkayang untuk tidak mendekati atau menggunakan maupun sebagai pengedar narkoba. Sebab, dapat dijerat dengan pidana penjara minimal 5 tahun, hingga hukuman mati," katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) BNNP Kalbar M Ekasurya Agus membenarkan pengungkapan kasus peredaran narkoba tersebut. "Ya, jumlah sabunya 5 kilogram, sekarang lagi pengembangan," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (26/4).

(jpg/ce1/est/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up