JawaPos Radar

Empat Pemuda Pengangguran Hobi Maling, dari Burung Hingga Genset

27/04/2018, 05:15 WIB | Editor: Estu Suryowati
Empat Pemuda Pengangguran Hobi Maling, dari Burung Hingga Genset
Komplotan pencuri, terdiri dari empat orang pemuda diamankan petugas kepolisian Polsek Bontang Utara, Kamis (26/4). (dok. Bontang Post (Jawa Pos Grup))
Share this image

JawaPos.com - Komplotan maling yang terdiri dari empat orang pemuda yakni AT, JH, AP, dan AR diamankan oleh petugas kepolisian. Setiap kali ada kesempatan, insting maling keempat orang itu langsung tergerak.

Semua barang yang menghasilkan uang, digasak, mulai dari burung, motor, hingga genset. Uang hasil curian pun diduga dipergunakan membeli sabu, mengingat beberapa pelaku merupakan residivis kasus penyalahgunaan narkoba.

"Mereka ini pengangguran. Peluang apapun yang ada mereka bisa curi. Artinya semua yang bsia jadi uang langsung dicuri," ungkap Kapolsek Bontang Utara Iptu Muklas, dikutip dari Bontang Post (Jawa Pos Grup), Jumat (27/4).

Di antaranya keempat orang tersebut, polisi lebih dulu mengamankan JH pada Senin (16/4). Bahkan JH terpaksa harus mencicipi timah panas di betisnya, lantaran berusaha melawan saat ditangkap.

JH merupakan residivis pencurian sepeda motor dan elektronik. Kepada polisi, dia mengaku telah mencuri satu unit motor Honda Beat milik Lalu Gufron, bersama AT. Motor itu mereka jual seharga Rp 800 ribu.

Selain itu, JH mengaku mencuri motor Satria F di depan Hotel Garuda dan mendapat jatah Rp 1 juta. Berkat keterangan dari JH, AT pun ditangkap di Jalan Sultan Hasanudin, Gang H Hamani, RT 03, Kelurahan Berbas Pantai, pada Selasa (24/4).

AT merupakan residivis kasus penyalahgunaan narkoba. Dari keterangan juru parkir yang lebih banyak menganggur ini, polisi kembali menangkap AP dan AR, yang juga tinggal di Berbas Pantai.

AT, AP, dan AR mencuri genset milik Ayu Sugiarti. Akibat tindak kriminal mereka, korban mengalami kerugian sekitar Rp 5 juta.

Berdasarkan pengembangan petugas, diketahui ketiganya juga pernah mencuri satu unit sepeda motor Honda Tiger milik Muhammad Rijal Kuddin. Peristiwa curanmor itu terjadi pada 17 Desember 2017.

"Saat itu motor diparkir di pinggir jalan karena jalan masuk ke rumah sedang dicor. Namun, saat akan dipakai, motor sudah tidak ada di tempat semula. Alhasil, korban pun mengalami kerugian sebesar Rp 27,8 juta yang dilaporkan ke Polsek Bontang Selatan," imbuh Muklas.

Kasus pencurian lain yang dilakukan komplotan ini yakni pencurian genset milik Hendriek Siregar pada 29 Desember 2017. Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian Rp 7 juta.

"Mungkin uang hasil penjualan arahnya dibelikan sabu, karena mereka residivis sabu. Genset ada 3 yang dicuri, juga 2 unit motor," pungkasnya.

(jpg/est/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up