JawaPos Radar

Dokter RS Permata Hijau Ungkap Permintaan Aneh Fredrich

26/04/2018, 16:09 WIB | Editor: Imam Solehudin
Sidang Fredrich Yunadi
Fredrich Yunadi usai menjalani sidang perdana kasus yang melilitnya di ruang sidang PN Tipikor Jakarta Kamis (8/2) (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Keganjilan penanganan medis mantan Ketua DPR, Setya Novanto kembali terungkap. Ya, ketika terjadi kecelakaan mobil di kawasan Permata Hijau belum lama ini, ada 'instruksi' tak wajar dari kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi. Fredrich meminta salah seorang Dokter Rumah Sakit Permata Hijau, Mohammad Toyibi untuk merawat Setnov.

Status Toyibi sendiri merupakan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Dengan kata lain tak ada kaitannya sama sekali dengan luka yang dialami Novanto.

Hal tersebut diungkap Toyibi ketika bersaksi untuk Freidrich di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Kamis (26/4).

Sidang Fredrich
Dokter Rumah Sakit Permata Hijau, Mohammad Toyibi ketika bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (26/4) (Ridwan/JawaPos.com)

Seperti diketahui, Fredrich saat ini berstatus sebagai terdakwa merintangi penyidikan korupsi e-KTP.

"Ya ini agak aneh, pasien kecelakaan tetapi memanggil saya. Saya memahami dokter Bimanesh saat itu, karena pasien ini (Serya Novanto) dipasang stent," kata Toyibi kepada Jaksa KPK di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Kamis (26/4).

Sehingga Toyibi menilai, seharusnya yang merawat mantan Ketua DPR RI itu merupakan dokter spesialis bedah.

"Tidak lazim, yang paling lazim dokter bedah. Kalau ada patah tulang saat kecelakaan itu domainnya ahli bedah," papar Toyibi.

Kendati terdapat permintaan untuk merawat Novanto, Toyibi menilai kedaan Novanto dalam keadaan normal.

"Tidak, karena tidak ada kegawatannya sama sekali. Saya lihat EKG-nya (elektrokardiogram) tidak ada kegawatan," ujar Toyibi.

Menurut Toyibi, elektrokardiogram dilakukan dengan menempelkan alat pada bagian dada, sehingga dari grafik itu bisa mengetahui adanya kegawatan pasien atau tidak.

Dalam perkara ini, Fredrich Yunadi didakwa oleh Jaksa KPK menghalangi atau merintangi proses penyidikan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP yang menyeret Novanto. Fredrich disebut bekerja sama dengan Bimanesh Sutarjo. Keduanya diduga melakukan kesepakatan jahat. Tujuannya untuk memanipulasi hasil rekam medis eks Ketum Golkar tersebut, yang saat itu sedang diburu oleh KPK dan Polri.

(ce1/rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up