JawaPos Radar

Ratusan Massa Serbu DPRD Sumut Tuntut Kapolda Dicopot

25/04/2018, 17:53 WIB | Editor: Budi Warsito
Ratusan Massa Serbu DPRD Sumut Tuntut Kapolda Dicopot
Massa Presidium Dewan Mahasiswa Sumut saat berunjuk rasa di depan Gefung DPRD Sumut, Rabu (25/4). (Prayugo Utomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Seratusan massa menyerbu kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut), Rabu (25/4). Massa yang mengatasnamakan Presidium Dewan Mahasiswa Sumatera Utara itu menuntut Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw dan Waka Polda Sumut dicopot dari jabatannya.

Tuntutan itu, menyusul tudingan mereka kepada Kapolda dan Waka Polda Sumut yang diduga melakukan intervensi kepada para kepala daerah. Dimana intervensi yang dilakukan untuk mendukung salah satu pasangan calon gubernur yang bertarung di Pemilihan Gubernur Sumut Juni mendatang.

Mereka juga mengklaim, memiliki bukti rekaman percakapan Kapolda dengan beberapa kepala daerah. "Kami mendatangi DPRD Sumut atas kasus dugaan intervensi dan intimidasi Kapolda Sumut dan Waka Polda Sumut kepada bupati dan wali kota se Sumut untuk mendukung salah satu calon Gubernur Sumut," kata Koordinator Aksi Abdul Razak Nasution, Rabu (25/4).

Ratusan Massa Serbu DPRD Sumut Tuntut Kapolda Dicopot
Massa Presidium Dewan Mahasiswa Sumut saat berunjuk rasa di depan Gefung DPRD Sumut, Rabu (25/4). (Prayugo Utomo/JawaPos.com)

Aksi unjuk rasa sempat memanas. Massa sempat menggoyangkan pagar gedung DPRD. Namun, hal itu hanya berlangsung sebentar. Massa kembali kondusif setelah dua anggota DPRD Sumut menemui mereka. Massa meminta agar DPRD Sumut memanggil para petinggi Polda Sumut untuk membahas dugaan tersebut.

Ketua Komisi A DPRD Sumut Nezar Djoeli yang menanggapi aspirasi mahasiswa mengaku, akan segera menggelar Rapat Dengar Pendapat pada minggu kedua bulan Mei. Massa pun kembali bersorak.

"Kita minta bukti itu diserahkan kepada kita," kata Nezar.

Lebih lanjut lagi, Abdul Razak menjelaskan dugaan intervensi itu dilakukan Kapolda dengan menlepon para kepala daerah. Namun Abdul enggan mengungkapkan siapa nama calon yang disebutkan dalam rekaman itu.

"Kita punya bukti rekaman audio terhadap kasus ini," ujarnya.

Abdul Razak juga sedikit terbata-bata saat ditanyai tentang isi percakapan itu. Intinya percakapan itu seputar permintaan dukungan kepada salah satu calon.

"Hari ini pihak Kapolda Sumut menggunakan jabatan dia untuk mengintimidasi. Bentuk intimidasi itu kita tidak tau seperti apa. Cuma orang ini pimpinan penegak hukum. Rekaman telponnya ada sama saya," tukasnya.

Diapun mengaku berani bertanggungjawab atas tuntutan mereka. Kasus itu akan mereka buka saat RDP di DPRD. Usai menyampaikan aspirasinya, massa membubarkan diri. Unjuk rasa juga mendapat pengawalan ketat dari Kepolisian.

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up