JawaPos Radar

Sekjen KPK Tiba-tiba Dipecat, Ada Apa?

25/04/2018, 17:41 WIB | Editor: Kuswandi
Gedung KPK
Ilustrasi Gedung KPK (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Beredar kabar Raden Bimo Gunung Abdul Kadir dipecat dari jabatanya sebagai Sekretaris Jenderal Komisi Pemberantasan Korupsi. Padahal masa kerjanya belum berakhir sejak dilantik oleh pimpinan KPK pada 10 Februari 2016.

Sontak adanya kabar ini membuat geger semua pegawai KPK, baik yang berasal dari internal maupun pegawai negeri yang diperbantukan bekerja di lembaga antirasuah tersebut. Beragam spekulasi pun bermunculan.

Menurut sejumlah sumber JawaPos.com di KPK yang enggan disebutkan namanya, Bimo dipecat karena dinilai tidak menurut dengan kebijakan yang kerap dikeluarkan pimpinan KPK. ”Dia diberhentikan mendadak,” kata sumber tersebut saat berbincang dengan JawaPos.com, Rabu (25/4).

Alexander Marwata
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

Hal senada juga diutarakan beberapa sumber lain. “Pimpinan nggak suka (Bimo, Red),” imbuh sumber tersebut. “Dianggap lamban dan tidak loyal,” tandas sumber lainnya.

Menanggapi adanya kabar miring pemecatan tersebut, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menampiknya. Menurut dia, Bimo bukan dipecat tapi diberhentikan.” Bukan dipecat, tapi diberhentikan dengan hormat,” tegas Alexander Marwata ketika dikonfirmasi JawaPos.com.

Terkait pemecatan tersebut, menurut dia, Bimo tak melakukan pelanggaran apa pun. Pemecatan kata dia murni karena kinerjanya yang dinilai tidak sesuai dengan ekspektasi pimpinan KPK. ”Tidak ada pelanggaran yang dilakukan Sekjen. Tapi oleh pimpinan kinerja yang bersangkutan dinilai kurang memuaskan,” jelasnya.

Senada dengan Alex, Juru Bicara KPK Febri Diansysah mengatakan tidak ada pemecatan. Yang ada menurutnya hanya pergantian jabatan. ”Memang benar dilakukan pergantian Sekjen KPK beberapa waktu lalu. Sudah ada keputusan presidennya, termasuk penunjukkan Pahala Nainggolan sebagai sebagai Plt Sekjen sampai ada pejabat definitif,” kata Febri. Untuk memilih sekjen definitif, kata mantan aktivis antikorupsi itu, nantinya akan dilakukan seleksi melalui mekanisme lelang terbuka.

Di lain pihak, menanggapi adanya pemecatan dirinya sebagai Sekjen, hingga berita ini diturunkan, Bimo enggan menjawab panggilan telepon dari JawaPos.com yang dilakukan berkali-kali. Pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp yang berisi konfirmasi juga tak dibalas kendati telah dibaca.

(wnd/ce1/ipp/rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up