JawaPos Radar

Sadis! Usai Bacok Sang Istri, Hendri Coba Bunuh Diri

24/04/2018, 05:15 WIB | Editor: Estu Suryowati
Sadis! Usai Bacok Sang Istri, Hendri Coba Bunuh Diri
Ilustrasi penganiayaan. Hendri membacok istrina, Agustini, dengan parang panjang. (Kokoh Praba/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Entah apa yang dipikirkan Hendri Santoso hingga tega membacok istrinya sendiri, Agustini, dengan parang panjang pada Senin (23/4) sekitar pukul 07.20 WIB. Usai membacok istrinya, lelaki 45 tahun ini mencoba bunuh diri. Namun upayanya membacok istri dan bunuh diri gagal.

Pasangan yang dikaruniai tiga anak ini selamat. Akan tetapi justru Hendra, paman Agustini, yang meninggal dunia. Lelaki 65 tahun itu meninggal terkena serangan jantung saat melihat keponakannya dibacok.

"Saat kejadian, dalam rumah itu hanya ada tersangka, korban, bibi, dan paman korban. Sementara tiga anak korban sudah berangkat sekolah," kata Kapolsek Pontianak Selatan Kompol Amad Mukhtar dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Grup), Selasa (24/4).

Sadis! Usai Bacok Sang Istri, Hendri Coba Bunuh Diri
ilustrasi korban kejahatan. Agustini mendapatkan tiga bcokan, dua di kepala dan satu di punggung. (dok. JawaPos.com)

Ia mengatakan, hingga saat ini belum diketahui pasti penyebab Hendri tiba-tiba tega membacok istrinya. Namun, Hendri kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kepolisian pun masih melakukan pendalaman kasus.

Hasil pemeriksaan sementara, pasangan itu sempat cekcok sebelum pembacokan terjadi. Ayong, 44, bibi korban pada saat itu sudah berupaya melerai perkelahian dan berusaha mengamankan parang yang terus digenggam Hendri. Namun, tidak berhasil.

"Ayong kemudian mengalami luka di tangan, karena berupaya merebut parang yang dipakai Hendri untuk membacok korban," jelasnya.

Ayong lantas meminta bantuan Hendra, paman korban yang juga tinggal serumah di Jalan Setia Budi, Kecamatan Pontianak Selatan Nomor 46A itu. Saat Ayong meminta bantuan Hendra, Hendri sudah keburu membacok Agustini sebanyak tiga kali tepat mengenai bagian kepala dan punggung.

Korban mengalami luka serius akibat dua bacokan di bagian kepala dan satu di bagian punggung. Meski terlambat, Hendra yang mendengar teriakan minta tolong dari Ayong langsung mendekat dan mengamankan parang dari tangan tersangka.

"Hendra berhasil mengamankan parang dan kemudian tak lama ia pingsan," kata Mukhtar.

Melihat kondisi istri dan pamannya yang sudah tergeletak di lantan, Hendri berusaha bunuh diri dengan menusuk dirinya menggunakan pisau dapur. "Tersangka menusuk dirinya sebanyak dua kali di dada dan di perut," sambung Mukhtar.

Ketiganya lantas dilarikan ke Rumah Sakit Kharitas Bhakti, di Jalan Siam, Pontianak Selatan. Sayangnya, nyawa Hendra tak bisa ditolong. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Hendri diduga memiliki masalah ekonomi dan gejala depresi. Sehingga yang bersangkutan nekat melakukan aksi itu.

"Pelaku pernah dibawa ke salah satu rumah sakit untuk dilakukan pengobatan dan diberikan obat depresi," kata Kanit Reskrim Kapolsek Pontianak Selatan Iptu Hulman Manurung.

Meski demikian, kepolisian belum menyimpulkan motif dari pembacokan ini. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas mengamankan barang bukti berupa parang, dan pisau. Hendri saat ini ditahan di Polsek Pontianak Selatan. Ia dijerat Pasal 331 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun.

(jpg/est/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up