JawaPos Radar

Tumor Tumbuh di Sekujur Tubuh Bonita

23/04/2018, 18:20 WIB | Editor: Budi Warsito
Tumor Tumbuh di Sekujur Tubuh Bonita
Bonita si harimau Sumatera yang telah menewaskan dua warga di Kecamatan Pelangiran, Inhil, Riau, berada di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Yayasan Arsari di Dharmasraya, Sumatera Barat. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - ‎Harimau Sumatera yang telah menewaskan dua warga di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau teridentifikasi memiliki tumor di seluruh bagian tubuhnya. Hal itu diketahui setelah dilakukan pemeriksaan terhadap hewan dilindungi bernama Bonita itu.

Pemeriksaan dilakukan oleh Dokter Hewan Andita Septiandini pada tubuh Bonita saat satwa langka tersebut tiba di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Yayasan Arsari Djojohadikusumo, Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat, pada Sabtu (21/4) lalu.

"Kemarin sudah kita lakukan operasi tumor di bagian perut kanan satu biji. Tapi, teridentifikasi ada beberapa. Ada lebih dari satu tumor. Itu di seluruh badan," ujar Dita saat dihubungi JawaPos.com, Senin (23/4).

Tumor Tumbuh di Sekujur Tubuh Bonita
Bonita si harimau Sumatera yang telah menewaskan dua warga di Kecamatan Pelangiran, Inhil, Riau, berada di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Yayasan Arsari di Dharmasraya, Sumatera Barat. (Istimewa)

Dokter Dita memang mengikuti dari awal proses penangkapanan hingga evakuasi Bonita. Ia mengaku belum mengetahui pasti penyebab tumor jinak tersebut bisa menyerang sekujur tubuh harimau betina yang berusia sekitar empat tahun itu.

"Belum tahu, nanti kita tunggu hasil diagnosisnya. Ini kan baru diagnosis sementara, nanti hasil pastinya kita tunggu hasil dari laboratoriumnya keluar dulu. Nanti akan kita infokan," ucapnya.

Bonita berhasil ditangkap dengan cara ditembak dengan bius sebanyak dua kali. Proses penangkapan Bonita dilakukan saat berada di blok 76-77, Afdeling IV, Kebun Eboni PT Tabung Haji Inti Plantation (THIP), Kecamatan Pelangiran, Indragiri Hilir pada Jumat (20/4) lalu sekitar pukul 06.15 WIB.

Di lokasi favorit itulah Bonita akhirnya ditembak dengan bius. Pada tembakan bius pertama Bonita yang masih dalam keadaan setengah sadar masih sempat berjalan sejauh satu kilometer. Kemudian petugas kembali menembakkan bius untuk kedua kalinya kepada kucing besar itu agar pingsan dan dapat segera dievakuasi.

Setelah pingsan, Bonita langsung dievakuasi dan dimasukkan ke dalam kandang besi khusus untuk evakuasi yang telah dipersiapkan sebelumnya. Kemudian ia dievakuasi dari areal perkebunan eboni PT Tabung Haji Inti Plantation (THIP)‎ ke dermaga perusahaan melalui jalur darat.

Setelah itu, Bonita dibawa ke Kecamatan Tembilahan, Inhil, menggunakan kapal untuk dibawa ke Dharmasraya. Proses evakuasi terhadap Bonita dikawal ketat oleh petugas kepolisian dan TNI.

(ce1/ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up