JawaPos Radar

KPAI: Guru yang Tampar Muridnya Harus Dihukum, Sehingga Ada Efek Jera!

21/04/2018, 14:16 WIB | Editor: Estu Suryowati
KPAI: Guru yang Tampar Muridnya Harus Dihukum, Sehingga Ada Efek Jera!
KPAI meminta kasus oknum guru yang menampar muridnya di sebuah SMK di Purwokerto diusut tuntas. Harus ada sanksi yang menimbulkan efek jera bagi pelaku, sehingga tidak menjadi contoh bagi yang lainnya. (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan masih maraknya kasus kekerasan yang dilakukan guru terhadap murid. Sebelumnya, viral sebuah video di media sosial Facebook yang mempertontonkan adegan seorang guru menampar pipi muridnya.

Setelah itu muncul video klarifikasi dari guru yang bersangkutan. Dia mengungkapkan alasan menampar muridnya dengan tujuan mendidik, dan ingin melihat bahwa muridnya tidak memiliki sifat dendam.

"KPAI melihat cara klarifikasi oknum guru itu malah makin menunjukkan bukti kepada penegak hukum bahwa si guru kerap melakukan kekerasan. Bahkan, tanpa rasa bersalah dan menganggap itu bagian dari mendidik atau mendisiplinkan," kata Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti melalui keterangan tertulis kepada JawaPos.com, Sabtu (21/4).

Lebih jauh Retno melihat jawaban dari anak-anak yang menjadi korban dalam video klarifikasi tersebut terlihat sebagai jawaban di bawah tekanan alias menjawab sesuai keinginan si oknum guru. Sebab, video sengaja dibuat oleh oknum guru di lingkungan sekolah.

"Saya sampaikan keprihatinan mendalam terhadap para korban pemukulan oknum guru di SMK tersebut, dan mengutuk keras pendekatan guru dalam mendisiplinkan siswa di kelas dengan cara-cara kekerasan," katanya geram.

Mengacu Pasal 54 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, seharusnya anak di dalam lingkungan sekolah atau lembaga pendidikan lainnya, wajib mendapatkan perlindungan dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh guru, pengelola sekolah, atau teman-temannya. Atas dasar itu, saat ini KPAI tengah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat untuk mendalami kasus di SMK tersebut.

"Kata Kadisdikbud Provinsi Jawa Tengah, pemanggilan kepada pelaku dan kepala sekolah sudah dilakukan pada Kamis (19/4), dan masih dalam proses penanganan. Kami mendorong agar segera diusut tuntas dan mem-BAP guru pelaku pemukulan jika terbukti bersalah," ujar Retno.

"Saya ya harus diproses sesuai dengan ketentuan kepegawaian maupun peraturan perundang-undangan yang berlaku. Apalagi korban tidak hanya satu, tetapi banyak seperti yang ditayangkan dalam video klarifikasi oknum guru tersebut," lanjut Rento.

Dia juga berharap penegakan hukum benar-benar dilakukan terhadap oknum guru sehingga memberikan efek jera, dan tidak menjadi contoh pihak lain dengan dalih mendisiplinkan anak. KPAI pun mengimbau agar semua pihak yang memiliki video kekerasan tersebut untuk menghapusnya dan tidak menyebarluaskan lagi.

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up