JawaPos Radar

Hari Kartini

Jaga Lingkungan, Syalfitri Gagas Sekolah Berbiaya Sampah

21/04/2018, 10:40 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Jaga Lingkungan, Syalfitri Gagas Sekolah Berbiaya Sampah
Syalfitri pendiri TK Junjung Birru, Pelambang (Alwi Alim/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Menjadi Kartini di zaman ini tidak melulu yang harus disejajarkan dengan profesi pria. Dari yang sederhana dan di sekitar lingkungan, ternyata juga bisa. Seperti yang dilakukan Syalfitri. Dengan niat menjaga lingkungan dan mencerdaskan anak bangsa, dia membuat sekolah berbiaya sampah.

Sejumlah orang tua wali murid Taman Kanak-Kanak (TK) Junjung Birru berdatangan dengan menenteng sampah. Kemudian mereka langsung menimbang dengan timbangan yang telah tersedia di halaman rumah di Jalan Demak Nomor 2 RT 20 RW 04 Kelurahan Tuan Kentang Kecamatan Seberang Ulu I Palembang.

Meski tak banyak sampah organik dan anorganik dihitung dan dicatat. Kemudian, catatan ini direkap untuk dikurangi biaya sekolah anaknya yang duduk di bangku TK Junjung Birru.

Jaga Lingkungan, Syalfitri Gagas Sekolah Berbiaya Sampah
Suasana sekolah dam wali muris saat membayar dengan sampah. (Alwi Alim/JawaPos.com)

Begitulah sistem pembayaran TK Junjung Birru yang dibangun oleh Syafitri ibu dua anak tersebut

"Sekolah ini saya bangun sejak tahun 2007 tapi inisiatif pembayaran menggunakan sampah ini baru dilakukan sejak tahun 2013 lalu," kata Syalfitri saat ditemui JawaPos.com, Jumat (20/4).

Perempuan lulusan Ekonomi ini menjelaskan inisiatif pembayaran sekolah dengan sampah ini berawal dari pada tahun 2009. Saat itu dirinya mulai tertarik terhadap lingkungan. Kemudian, ia bersama rekannya mengunjungi Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Pada saat dilokasi dirinya pun terkejut melihat tumpukan sampah yang sangat banyak. Lalu ia pun berpikir jika sampah tidak dikelola maka sebesar apapun lahan akan tetap kurang menampung sampah. "Karena itu, saya inisiatif untuk mengelola sampah," terangnya.

Kemudian, dirinya pun diajak salah satu pejabat untuk bertemu orang Jepang yang mengurus soal persampahan. Mengingat, dirinya memiliki basic pernah bekerja di perusahaan asing.

Setelah dari pertemuan tersebut, ia pun selalu diajak disetiap pertemuan lainnya. Hingga akhirnya dinobatkan menjadi wanita hebat oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang pada 2013.

"Saya dapat hadiah sepeda lipat waktu itu," ujarnya senyum.

Dengan sepeda yang dimilikinya ia pun merasa menjadi amanah untuk terus menjaga lingkungan. Namun, suatu ketika ia sempat putus asa lantaran tidak juga ada perubahan terutama di lingkungan sekitarnya, seperti membuang sampah sembarang.

"Saya sempat kesal melihat warga membuang sampah sembarangan, bahkan suatu ketika saya kejar orang yang buang sampah sehingga saya dikira gila," canda ibu dua anak ini.

Namun, Perempuan kelahiran tahun 1966 ini terus berusaha dan akhirnya mendapatkan ide dengan mengurangi beban orang tua untuk membayar iuran TK dengan sampah.

"Alhamdulillah setiap hari wali murid bawa sampah baik organik maupun anorganik, kadang satu kilogram kadang lebih, dan kadang kurang," ujarnya.

Dengan ide tersebut, akhirnya kondisi lingkungannya mulai terjaga dan hingga kini pun sekolah tersebut tetap membayar dengan sampah. Ia menjelaskan, TK miliknya tersebut setiap tahunnya hanya menerima 23 murid dengan tenaga pengajar sebanyak tiga orang termasuk dirinya.

Selain itu, dengan adanya TK ini ia pun memberikan sosialisasi untuk terus menjaga lingkungan sehingga diharapkan anak muridnya tersebut menjadi generasi yang peduli lingkungan.

"Ini merupakan gerenasi penerus untuk menjaga lingkungan kita," terang Perempuan Hebat yang dinobatkan Pemkot Palembang.

Kini upayanya menjaga lingkungan terus berkembang, bahkan ia pun membukan posyandu lansia, posyandu, bina keluarga lansia dan terakhir kampung KB, dengan dibantu CSR salah satu BUMN.

Ia juga mengaku selama berkecimpung dengan dunia sampah, ia pun sering mendapat penolakan dari keluarga, teman hingga lingkungan sekitar. Hingga akhirnya sekarang mampu membuktikannya. "Saya harap upaya ini mampu dilanjutkan sehingga kita mampu menjaga bumi ini," tutupnya.

(lim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up