JawaPos Radar

Pengadilan Prancis Tolak Kewarganegaraan Perempuan Al-Jazair

21/04/2018, 11:30 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
prancis perempuan aljazair, Emmanuel Macron
Presiden Perancis Emmanuel Macron usai upacara kewarganegaraan. (BBC)
Share this image

JawaPos.com - Pengadilan tinggi Prancis menolak kewarganegaraan seorang perempuan Al-Jazair. Penolakan itu dilakukan setelah perempuan tersebut menolak berjabat tangan dengan pejabat senior Prancis.

Perempuan yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan bahwa dalam agama dan keyakinannya, berjabat tangan dengan laki-laki tidak diperbolehkan meski dalam upacara kewarganegaraan sekalipun.

Sementara pihak Pemerintah Prancis mengatakan, penolakan kewarganegaraan tersebut dilakukan karena perlakuan perempuan itu menunjukkan bahwa ia tidak berasimilasi dan menyesuaikan budaya Perancis. Akhirnya, pemerintah memutuskan untuk menolak kewarganegraannya.

Perempuan yang telah menikah dengan pria Prancis sejak 2010 tersebut mengajukan banding. Namun, pengadilan tetap pada putusan itu. "Ini adalah penyalahgunaan kekuasaan," kata perempuan tersebut dilansir dari BBC Sabtu (21/4). Namun, pengadilan mengatakan tidak ada yang salah dengan apa yang mereka lakukan.

Ini adalah salah satu alasan negara dapat menolak kewarganegaraan seseorang. Sebab, menurut pemerintah ia menolak melakukan hal yang biasa dan tidak menghormati aktivitas simbolik tersebut.

Pada 2016, otoritas regional Swiss memutuskan bahwa dua siswa Muslim di sekolah Swiss harus berjabat tangan dengan guru perempuan mereka atau mereka akan didenda.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up