
Chief Executive Officer (CEO) Arema FC Iwan Budianto (tengah) saat melakukan konferensi pers di Kantor Arema, Kamis (19/4).
JawaPos.com - Manajemen Arema FC mengakui jika pihaknya lalai pada saat terjadinya kericuhan pada laga Arema FC kontra Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Minggu (15/4) malam. Apalagi, kejadian itu mengakibatkan ratusan Aremania—sebutan suporter Arema, menjadi korban.
Bahkan, ada satu Aremania yang meninggal dunia akibat kericuhan tersebut. Atas jatuhnya korban jiwa dari pendukung Arema, Chief Executive Officer (CEO) Arema FC Iwan Budianto mengakui memang ada kelalaian saat kericuhan tersebut.
"Kami mengakui ada kelalaian dari aparat kami. Selaku CEO saya minta maaf," ujarnya saat melakukan konferensi pers di Kantor Arema, Kamis (19/4).
Ketika ditanya mengenai sistem keamanan pada saat Arema menjamu Persib, Iwan mengungkapkan aparat yang dilibatkan dalam keamanan ada beberapa item. Salah satunya adalah match steward yang merupakan bagian dari panpel.
"Saya memahami bagaimana reaksi Aremania saat ada satu Aremania yang (maaf) tidak mengenakan baju lengkap diamankan oleh match steward. Dan di sana terlihat jelas terjadi pemukulan," paparnya.
Iwan menerangkan, pihaknya sebenarnya telah mendapatkan Standard Operating Procedure (SOP) yang jelas dari PSSI maupun PT LIB selaku operator. Iwan pun menyatakan pihaknya tidak ingin mencari kambing hitam maupun meminta excuse dari kesalahan yang diperbuat
"Apabila terjadi kerusuhan di tengah lapangan, yang terjadi antara dua pihak yang bertanding, maka instruksi awal aparat boleh masuk ke lapangan atau tidak adalah dari match komisioner. Apabila terjadi hal seperti kemarin, sudah ada SOP sesuai aturan FIFA yang diberikan kepada semua klub dari workshop-workshop panpel. Kami selaku panitia lalai dan minta maaf. Itu jadi evaluasi ke depan," tegas Iwan.
Di sisi lain, Iwan pun menyesalkan adanya lontaran gas air mata pada saat peristiwa tersebut."Kemarin situasi yang demikian chaos, seharusnya menurut kami aparat dari divisi K9 yang harusnya dikedepankan," kata dia.
"Tapi sekali lagi kami lalai, tidak aktif ingatkan ke kepolisian. Maka kesalahan itu kami ambil alih. Kami mohon maaf dan bertanggung jawab," pungkas Iwan.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
