Kamis, 26 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Pengakuan Bos Abu Tours, Usahanya Hancur Sejak Kasus First Travel

| editor : 

Abu Tours

Pihak Abu Tours mengaku bisnis travelnya hancur tak lama setelah kasus First Travel terungkap. Calon jamaah banyak yang memilih refund (Dok.JawaPos)

JawaPos.Pos - Bos Travel Umrah Abu Tours, Hamzah Mamba mengakui adanya kesalahan dalam mengelola perusahaan. Hal itu disampaikan kuasa hukumnya, Hendro Saryanto.

"Hamzah Mamba mengakui terjadi miss managemen dalam me-manage usaha ini," ungkap Hendro di kantornya, Gedung Wira Usaha, Rasuna Said, Jakarta, Selasa (17/4).

Namun kata dia, Hamzah membantah itu dilakukan secara sengaja. Kalaupun ada niat jahat, bisa saja September 2017 silam Hamzah katanya sudah membawa kabur uang jamaah sebanyak Rp 700 miliar.

Hendro menjelaskan, miss managemen bermula pada 2012 dimana Abu Tours masih menjual biaya perjalanan Umrah dengan harga reguler, sesuai standar pemerintah.

Namun pada 2014, muncul kompetitor beberapa travel, baik yang punya izin maupun tidak. Mereka, klaim Hamzah, menjual harga promo senilai Rp 17-18 juta.

"Bahkan ada yang menjual seharga Rp 12-Rp 13 juta," kata dia.

Merasa tersaingi, Abu Tours ikut menjual paket promo tersebut disamping menjual tiket reguler.

"Karena dia bisa jual promo dengan nama besar, lakulah promo ini. Di situ muncul ketimpangan dalam operasional. Mau bagaimana, dia harus menerbangkan jamaah yang promo sementara duitnya kurang," sebut Hendro.

Karena modal untuk memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci kurang, Hamzah berinisiatif untuk melakukan investasi dengan membuka restoran, percetakan, dan media.

"Tapi uang ini tidak mencukupi juga, lalu dia jual promo terus, akhirnya seperti skema fonzi yang dia lakukan," tuturnya.

Hancurnya Abu Tours, lanjut Hendro terjadi saat terungkapnya kasus First Travel. Saat itu Abu Tours mengalami gangguan cash flow.

"Kenapa? Jamaah banyak yang refund, jamaah banyak yang wait and see. Ini yang menggangu pendapatan Abu Tours. Kemudian jualan promo distop Departemen Agama," jelasnya.

Untuk mengantisipasi kerugian kala itu, Hamzah katanya mau menjadikan Abu Tours menjadi e-commers seperti Buka Lapak, Tokopedia, dan Go-Jek.

"Semua bisa dapat uang tapi bisa jadi founder. Dia ingin semua travel masuk ke dalam ecommers dia. Tapi nggak bisa lagi karena sudha terblow-up. Abu Tours sudah tidak bisa berangkatkan jamaah," pungkasnya.

(dna/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP