Senin, 23 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Si Cantik Tiara Tak Ditahan, Arteria Dahlan: Hukum Berat!

| editor : 

Tiara

Anggota Komisi III DPR, Arteria Dahlan menyayangkan penangguhan penahanan Tiara. Dia meminta Polisi segera menahannya (Dok.JawaPos)

JawaPos.com - Langkah Polisi yang tak menahan Tiara Ayu Fauziah sangat disayangkan. Tiara, penabrak driver ojek online bernama Nur Irfan hingga kakinya patah, semestinya dibui.

Hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi III DPR, Arteria Dahlan. Arteria menegaskan bakal menanyakan alasan penangguhan penahanan Tiara.

"Pastinya saya akan minta klarifikasi Polres Metro Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya," katanya saat ditanyai JawaPos.com, Selasa (17/4).

Tiara Ayu

Tiara Ayu Fauziah (Screenshoot Youtube)

Dia menegaskan, semua orang harus sama di mata hukum. Artinya tidak boleh ada perilaku diskriminatif tanpa dasar yang jelas.

Apalagi, jika Tiara terbukti mengemudi dan mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dalam keadaan mabuk.

Politikus PDI Perjuangan tersebut meminta Polres Jakpus tak perlu ragu menghukumnya. Ditambah lagi saat diamankan, Tiara bersikap arogan.

"Saya masih bisa terima kalau itu kelalaian mengemudi seperti mengantuk, tapi kalau mengemudi dalam keadaan mabuk, jangan ditoleransi, hukum berat," tegas Arteria.

Arteria mendesak pihak Kepolisian menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang tertib hukum. Jika memang ada intervensi agar si model pengemudi BMW itu untuk tidak ditahan, Arteria siap pasang badan.

"Kasih contoh bahwa negara berpihak pada tertib hukum (legal order), jangan kompromi," tambahnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, akibat perbuatan Tiara, sekalipun tidak meninggal tapi Nur Irfan dipastikan cacat seumur hidup. Dia tidak bisa menjalani aktivitasnya seperti biasa sebagai pengemudi ojek online.

"Bayangkan, apa yang mau dipaksakan berdamai, sedangkan yang bersangkutan kehilangan satu kaki, berdamai dengan kerasnya hidup dan kehidupan? Ini yang harus kita perhatikan," sebutnya.

"Silahkan saja damai, saya minta penegakan hukumnya jalan terus, dan hukum seberat beratnya? Semoga kejadian ini bisa diambil hikmah oleh kita semua," pungkas Arteria.

Sebelumnya lantaran diduga mabuk, Tiara yang mengendarai mobil mewah BMW menabrak Nur di Jalan Hayam Wuruk, tepatnya di persimpangan Harmoni, Jakarta Pusat, Senin (9/3) malam.

Akibatnya, Nur mengalami patah di bagian kaki kiri dan harus menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Salemba, Jakarta Pusat.

(dna/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP