Kamis, 26 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Politik

Pilpres 2019, PKS Masih Ingat Perihnya Dikhianati Tiga Parpol

| editor : 

Jazuli Juwaini

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengaku yakin bahwa Prabowo tahu betul siapa sahabatnya yang paling setia sejak 2014 hingga saat ini. (JawaPos.com)

JawaPos.com - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sangat kompak dalam urusan politik. Misalnya dia kompak di Pilpres 2014 lalu dan juga Pilgub DKI 2017 lalu. Untuk urusan di pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang, dua partai ini juga diprediksi bakal kembali bekerja sama, seperti lima tahun sebelumnya.

Ketua Fraksi PKS di DPR Jazuli Juwaini mengatakan, memang sudah ada sentuhan kebatinan antara partai berlogo bulan sabit kembar ini dengan Partai Gerindra. Sehingga komunikasi di Pilpres terus dibangun sehingga terjadi satu kesepakatan.

"Komunikasi terus dibangun, dan saya yakin Pak Prabowo bisa merasakan sentuhan kebatinan PKS yang setiap saat selalu bersama Partai Gerindra," ujar Jazuli di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (17/4).

Prabowo Subianto dan Joko Widodo

Ketum Gerindra Prabowo Subianto saat bersama Presiden PKS Sohibul Iman. (JawaPos.com)

Setelah Pilpres 2014 lalu dan Prabowo Subianto dinyatakan kalah dari Joko Widodo (Jokowi), PKS pun tetap setia bersama Partai Gerindra. Meskipun partai-partai yang tergabung Koalisi Merah Putih (KMP). Seperti Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golkar, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akhirnya memutuskan bergabung dengan koalisi.

Bahkan, lanjut Jazuli, PKS tetap memilih jalan beriringan Gerindra sampai saat ini, meskipun tiga partai yang sebelumnya mendukung Prabowo di Pilpres 2014 mendadak berbalik arah dan bergabung dengan Jokowi atau pemerintah ini.

"PKS ini paling setia, saat yang lain hijrah semua dengan jatahnya masing-masing. Kita tetap konsisten dan komit bersama Gerindra,“ katanya.

Namun demikian, partai yang dimotori oleh Sohibul Iman tidak mempermasalahkan berubahnya dukungan partai-partai ke Jokowi. Karena satu hal pelajaran yang dipetik, PKS tahu partai mana yang harus dianggap sebagai sahabat setia.

‎”Jadi kan kelihatan mana sesungguhnya sohib yang setia," pungkasnya.

‎Sekadar informasi di Pilpres 2014 lalu, partai-partai pendukung Jokowi dan Jusuf Kalla (JK) tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

Koalisi ini terdiri dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Hati Rakyat (Hanura), dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Namun seiring terjadinya dinamika perpolitikan di Indonesia, menjadikan koalisi semakin kuat. Tercatat, pada Oktober 2014, PPP, Partai Golkar, dan terakhir adalah PAN pun resmi bergabung dengan pemerintah, keluar dari Koalisi Merah Putih (KMP).

(ce1/gwn/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP