Senin, 23 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Finance

Biayai Tol Semarang-Batang, Bank Mandiri Kuncurkan Dana Rp 2,5 Triliun

| editor : 

Ilustrasi jalan tol merupakan salah satu proyek infrstruktur  yang dibiayai perbankan

Ilustrasi jalan tol merupakan salah satu proyek infrstruktur yang dibiayai perbankan (Dok.JawaPos.com)

JawaPos.com - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terus memperkuat dukungan pada percepatan pembangunan proyek infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas dan memangkas biaya pergerakan barang dan jasa.

Senior Vice President Corporate Banking Bank Mandiri Yusak L.S. Silalahi menyampaikan, perseroan menyalurkan pinjaman sindikasi bersama 6 lembaga keuangan lainnya senilai Rp7,731 triliun yang akan digunakan untuk pembangunan ruas tol Semarang - Batang sepanjang 75 km.

“Adapun porsi Bank Mandiri adalah sebesar Rp2,5 triliun atau 32,34 persen dari total pinjaman sindikasi bertenor 15 tahun itu. Dalam skema ini, Bank Mandiri juga ditunjuk sebagai Joint Mandated Lead Arranger & Bookrunner, serta sebagai agen Escrow dan Jaminan,” ujarnya di Jakarta, Selasa (17/4).

Menurut Yusak, penyaluran kredit ini menjadi implementasi konsistensi perseroan dalam mendukung sinergi antar BUMN pada program-program strategis Pemerintah, khususnya dalam percepatan penyediaan infrastruktur utama.

“Bank Mandiri memiliki komitmen yang kuat dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur penting, seperti pembangunan jalan tol, dan pembangunan bandara maupun pelabuhan laut. Untuk itu, kami memiliki produk-produk pembiayaan yang bisa dimanfaatkan, termasuk pada tahap pembebasan lahan, pembangunan konstruksi maupun tahap pengoperasian,” tuturnya.

Atas komitmen kuat tersebut, Bank Mandiri telah memberikan komitmen pembiayaan untuk pembangunan tol senilai Rp14,2 triliun untuk 14 ruas tol sepanjang 592 km yang tengah dibangun, dengan realisasi penyaluran sebesar Rp 7,6 triliun hingga Desember 2017.

“Bank Mandiri telah hadir lewat sindikasi dalam berbagai proyek jalan tol, baik dengan bank BUMN, bank swasta, maupun lembaga keuangan non bank. Hal ini merupakan salah satu strategi ini untuk mengelola risiko dan menjaga kualitas pembiayaan kami,” pungkasnya.

(mys/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP