Kamis, 26 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Politik

Anak Buah Mega Curiga, PKS Ingin Gatot Gantikan Prabowo Jadi Capres

| editor : 

Eva Kusuma Sundari

Fungsionaris PDIP, Eva Kusuma Sundari menilai PKS sudah mulai pasa strategi agar kadernya bisa duduk jadi cawapres di Pilpres 2019. (JawaPos.com)

JawaPos.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak yakin Prabowo Subianto bakal melawan Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 mendatang. Prediksi itu muncul setelah politikus PKS, Nasir Djamil menyatakan bahwa ada kemungkinan Prabowo akan memberikan mandat di Pilpres ke mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Menanggapi hal itu, fungsionaris Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Eva Kusuma Sundari menduga itu adalah bagian dari strategi PKS. Sehingga nanti cawapresnya dari kader parpol yang menyandang sebutan partai dakwah itu.

“Saya pikir itu kan harapannya PKS supaya kemudian dia bisa masukin wapresnya. Itu sah-sah saja," ujar Eva di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (17/4).

Gatot Nurmantyo

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo disebut-sebut masih berharap mendapatkan tiket di Pilpres 2019. (JawaPos.com)

Kalaupun nanti akhirnya Gatot Nurmantyo yang bakal menjadi lawan Jokowi di Pilpres 2019 mendatang, PDIP dan partai koalisi tetap siap menghadapinya.

Walaupun Gatot adalah pemain baru di Pilpres nanti, keberadaan figur Gatot yang dikenal dekat dengan kalangan umat dan ulama, menurut Eva tidak bisa diremehkan maupun dipandang enteng.

"Siapa pun lawan itu adalah kita anggap serius. Setiap lawan yang besar atau kecil pasti punya kelebihan dan kelemahan," katanya.

Sebelumnya, politikus PKS Nasir Djamil mengaku Prabowo tidak yakin bakal ikut serta di Pilpres 2019. Dia menduga Prabowo Subianto bakal memberikan tiket itu ke mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

"Saya nggak yakin Prabowo maju, saya punya analisis akan diberikan ke orang lain. Yang paling berkesempatan itu adalah Gatot Nurmantyo," katanya.

Menurut Anggota Komisi III DPR ini, saat ini Prabowo Subianto tidak punya logistik besar di Pilpres 2019 mendatang karena telah habis pada Pilpres 2014 lalu. Oleh karenanya, dia menduga Prabowo tidak akan maju di Pilpres 2019.

"Saya nggak tahu ya selama 5 tahun kemarin dia sudah mendapatkan logistik balik atau tidak," ungkapnya. 

(ce1/gwn/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP