Kamis, 26 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Features

Kisah Perias Jenazah

Beda dengan Jenazah Lokal, Ada Trik Khusus untuk Merias 'Klien' Luar

| editor : 

Peralatan make-up yang digunakan perias jenazah tak berbeda seperti merias wajah orang yang masih hidup.

Peralatan make-up yang digunakan perias jenazah tak berbeda seperti merias wajah orang yang masih hidup. (Istimewa)

JawaPos.com - Meski hanya merias jenazah, tetap harus memperhatikan peralatan dan jenis make-up yang akan digunakan. Sebab, layaknya orang hidup, wajah jenazah pun memiliki karakter yang berbeda.

Terlebih jika merias jenazah keturunan atau orang dari luar negeri. Seperti yang diungkapkan perias jenazah, Ver, 46. Tidak hanya dari dalam negeri, ibu dua orang ini juga kerap menerima klien dari luar seperti warga negara Jepang, India, Tiongkok, hingga Eropa.

Rata-rata orang luar mempunyai warna kulit putih kemerah-merahan. Sehingga, jenis make-up yang digunakan pun berbeda dengan jenazah lokal. Biasanya, ia melakukan trik khusus dengan menggunakan foundation dan bedak dengan warna senada. Namun, lain halnya dengan orang India yang lebih cenderung mempunyai warna gelap, maka gaya riasan pun disesuaikan dengan warna kulit.

Pembuat Peti Jenazah melakukan proses pengecatan di daerah Tambora,Jakarta Barat, (30/3).

Pembuat Peti Jenazah melakukan proses pengecatan di daerah Tambora,Jakarta Barat, (30/3). (Istimewa)

“Saya selalu siap dengan berbagai warna foundation yang gelap hingga cerah. Dan untuk klien luar biasanya cairan pengawetnya lebih keras karena harus dibawa ke negaranya dalam waktu yang lama. Untuk rambut, hairspray juga harus banyak biar nggak gampang rontok dan tahan lama,” terangnya.

Ketika ditemui JawaPos.com, Ver mengungkapkan butuh waktu lama untuk menyatukan jiwanya dengan pekerjaan merias jenazah. Saat pertama menerima tawaran dari seorang teman, ia menguatkan niat dan langkahnya.

Keterampilan yang sudah ada, terus ia asah dengan mengikuti beberapa seminar dan kursus. Selain itu ia rajin melakukan make-up test untuk memastikan hasil riasannya sesuai dengan pakem tata rias jenazah. Tujuannya agar bisa memberikan pelayanan terbaik terhadap keluarga almarhum.

Untuk satu kali merias, biasanya ia mendapatkan upah Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta. Hal tersebut tentu disesuaikan dengan lokasi rumah duka. Apabila terlalu jauh ia juga mendapatkan upah lebih banyak.

Ver telah lama bekerja sama dengan sejumlah Rumah Duka di wilayah Jakarta. Dalam sehari ia bisa melayani rias 3 hingga 5 jenazah. Jumlah itu tidak menentu setiap bulan, tergantung dari banyaknya permintaan yang diterimanya.

(ce1/fid/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP