Rabu, 25 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Ekonomi

Kucuran Dana Rp 7,731 Tiliun Untuk Membangun Tol Semarang - Kendal

Enam Lembaga Keuangan Menjadi Penyandang Dana

| editor : 

Ilustrasi Tol Semarang - Batang

Ilustrasi Tol Semarang - Batang (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Enam lembaga keuangan yang terdiri dari Bank Mandiri, BCA, CIMB Niaga, KEB Hana Bank, Panin Bank, Bank Jateng dan Sarana Multi Infrastruktur (SMI) menyalurkan pinjaman sindikasi bersama enam lembaga keuangan lainnya senilai Rp 7,731 triliun untuk pembangunan ruas tol Semarang - Batang sepanjang 75 km. 

Bank Mandiri memegang porsi pembiayaan sebesar Rp 2,5 triliun atau 32,34 persen dari total pinjaman sindikasi bertenor 15 tahun itu. Dalam skema ini, Bank Mandiri ditunjuk sebagai Joint Mandated Lead Arranger & Bookrunner, serta sebagai agen Escrow dan Jaminan.

Penandatanganan perjanjian kredit dilakukan oleh Senior Vice President Corporate Banking Bank Mandiri Yusak L.S. Silalahi dan Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang Arie Irianto. Disaksikan Direktur Operasi I PT Jasamarga Mohammad Sofyan di Jakarta, Selasa (17/4).

Menurut Yusak, penyaluran kredit ini menjadi implementasi konsistensi perseroan mendukung sinergi antar BUMN pada program-program strategis Pemerintah. Khususnya percepatan penyediaan infrastruktur utama.

“Bank Mandiri memiliki komitmen yang kuat dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur penting, seperti pembangunan jalan tol, dan pembangunan bandara maupun pelabuhan laut. Untuk itu, kami memiliki produk-produk pembiayaan yang bisa dimanfaatkan, termasuk pada tahap pembebasan lahan, pembangunan konstruksi maupun tahap pengoperasian,” jelas Yusak di Kantor Jasa Marga, Selasa (17/4).

Bank Mandiri berkomitmen terhadap pembiayaan pembangunan tol senilai Rp 14,2 triliun untuk 14 ruas tol sepanjang  592 km yang tengah dibangun.  Realisasi penyaluran sebesar Rp 7,6 triliun hingga Desember 2017. “Hampir kurang lebih 75 persen kehadiran Bank Mandiri dalam berbagai proyek jalan tol tersebut direalisasikan secara sindikasi, baik dengan bank BUMN, bank swasta, maupun lembaga keuangan non bank. Hal ini merupakan salah satu strategi ini untuk mengelola risiko dan menjaga kualitas pembiayaan kami,” jelas Yusak.

(uji/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP