Kamis, 26 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Bisnis

Tak Hanya Senjata Pindad Produksi Alat Pertanian

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok JawaPos.com)

JawaPos.com - PT Pindad yang biasanya memproduksi senjata dan peralatan TNI, saat ini telah melebarkan sayapnya untuk membuat alat-alat pertanian. Dimana alat-alat itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat di Indonesia.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad Ade Bagja menuturkan jika hal tersebut sama sekali tidak melenceng dari tujuan Pindad itu sendiri. Sebab alat-alat pertanian yang ada masih ada unsur-unsur alat yang biasa dibuat oleh Pindad.

"Kalau yang kita lihat apa yang pindad lakukan selama ini, kita lihat kita punya roda ban, kita punya adanya peralatan kapal laut, dan masih banyak lagi. Kalau bicara  eskavator itu bawahnya roda rantai lah terus kalau dikawinkan apa bedanya. Begitu kawin akhirnya menjadi sebuah ekskavator," Ade dalam acara media gathering di Saung Angklung Udjo, Bandung, Senin (16/4).

"Yang kedua pemerintah melihat pindad memiliki kemampuan bikin alat pertanian, dan sekarang ada kebutuhannya. Kebutuhannya itu adalah mekanisme pertanian, karena ada kebutuhan makanya kita kerja bareng," lanjut Ade.

Ade percaya bahwa peralatan pertanian yang dibuat oleh Pindad telah sesuai dengan kebutuhan di Indonesia. Sebab hasil yang diluncurkan oleh Pindad hasil dari beberapa riset yang dilakukan oleh pihak Litbang, menjadikan alat tersebut sesuai dengan karakteristik orang Indonesia.

"Karena ini dari penelitian Litbang Kememterian Pertanian, sehingga alat ini cocok dengan alam yang ada di Indonesi. Sesuai dengann kebutuhan kita. Artinya, kita tak ambil produk dari punya orang luar saja, yang diambil dari luar negeri langsung dibawa ke Indonesia dan belum tentu dipakai atau tidak. Pindad hanya mengindustrilisasinya saja," pungkas Ade.

Hasil dari Litban ini, lanjut Ade, akan sangat berguna dalam produksi alat pertanian. Karena belum tentu buatan orang luar negeri sesuai dengan kebutuhan orang Indonesia. "Orang luar kan tangannya besar-besar, jadi kalau kita pakai genggamannya kebesara. Dan kalau dari penelitian dan risetkan kemungkinan pas digenggam itu sangat ada," pungkas Ade.

(ipy/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP