Senin, 23 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Features

Derita Suci, Dua Anaknya Alami Lumpuh Otak

Habiskan Ratusan Juta Rupiah, 2 Rumah dan Sangat Membutuhkan Bantuan

| editor : 

Lumpuh Otak

BUTUH BANTUAN: Suci Tri Winarsi, 36, bersama kedua putranya yang mengalami CP, Ronandi (kanan) dan Rafi (tidur), Senin (16/4). (Ari Purnomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Ronandi Faradea Wahyunanta, 15, dan Rafi Bima Ananta, 9, terlihat asyik bermain game di handphone saat JawaPos.com, berkunjung ke rumahnya, Senin (16/4) sore. Tidak nampak beban atau derita dari keduanya.

Padahal putra dari pasangan Tri Gunadi, 37, dan Suci Tri Winarsi, 36, ini didiagnosa mengalami lumpuh otak atau cerebral palsy (CP). Akibat penyakit tersebut keduanya pun mengalami cacat dan tidak bisa berjalan. 

Lebih parah si sulung Ronandi. Dia tidak hanya mengalami CP, tetapi sejumlah penyakit juga menyerangnya. seperti scoliosis atau pembengkokan tulang belakang, mega kolon atau pembesaran pada usus besar.

Kemudian ada TB di ususnya, dan mengalami diare akut. Saat berbincang dengan JawaPos.com, ibunda Ronandi, Suci menguraikan, gejala penyakit CP itu sudah terlihat sejak Ronandi berusia satu tahun. Awalnya, Ronandi tumbuh seperti anak normal pada umumnya. Bahkan dia sempat bisa berjalan.

"Tetapi, setelah setahun itu pertumbuhannya seperti berhenti. Bahkan tulang-tulangnya seperti lemas. Dan akhirnya dokter mendiagnosanya mengalami penyakit CP," terangnya.

Dan penyakit tersebut semakin parah. Padahal, Suci dan keluarga sudah berupaya untuk melakukan pengobatan. Mulai dari rumah sakit, dokter, pengobatan alternatif dan semuanya sudah dicoba. Tetapi, tidak kunjung membuahkan hasil.  Bahkan, kondisi Ronandi semakin parah.

"Dia sempat operasi usus buntu dan mega kolon itu. Dan ususnya harus dipotong, dan sejak delapan bulan terakhir ini dia mengalami diare akut," kata perempuan berkerudung itu.

Suci menambahkan, untuk pengobatan anaknya tersebut Suci sudah mengeluarkan uang hingga ratusan juta rupiah. Bahkan dirinya sudah menjual dua rumah miliknya. Tetapi, itu pun belum mampu untuk menyembuhkan penyakit anaknya itu. 

Sebaliknya, kondisi Ronandi semakin memburuk. Pembengkokan tulang belakangnya juga semakin bertambah parah. Akibat scoliosis ini, jantung Ronandi juga ikut bergeser ke dada sebelah kanan.

"Dia sekarang juga tidak bisa lagi duduk di kursi roda, karena memang pembengkokannya sudah sangat parah. Kalau ingin jalan-jalan ya harus digendong," ungkapnya. 

Sama halnya dengan kakaknya, Rafi juga mengalami kondisi serupa yakni CP. Hanya saja kondisinya belum separah kakaknya. Meski begitu, saat ini, Rafi juga tidak bisa bergerak. Untuk duduk saja, ia harus dibantu untuk mengangkat badannya. Meski begitu, Rafi juga masih sekolah di salah satu SD di daerah Semanggi.

Suci mengatakan, saat ini dirinya belum bisa mengantarkan keduanya untuk sekadar berobat. Karena uang yang didapatkan dari suaminya tidak mencukupi. Bahkan BPJS miliknya sudah tidak bisa lagi digunakan lantaran sudah menunggak selama dua kali. 

"Dan kemarin mau berobat tetapi tidak bisa, karena saya telat selama dua bulan. Ya karena memang tidak punya uang untuk membayarnya," katanya.

Suci dan suaminya pun berharap pemerintah memberikan bantuan untuk pengobatan kedua anaknya agar bisa sembuh dan hidup normal lagi.

(apl/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP