Senin, 23 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Dalang Cilik Korban Tembok Gedung Tua

Sebelum Meninggal, Rambut Az-Zikri dan Ibu Disatukan di Kepala Wayang

| editor : 

Kedua orang tua Az-Zikri, korban reruntuhan tembok gedung tua, Sadilah dan Aminah menunjukkan wayang karya buatan Az-Zikri.

Kedua orang tua Az-Zikri, korban reruntuhan tembok gedung tua, Sadilah dan Aminah menunjukkan wayang karya buatan Az-Zikri. (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)

JawaPos.com - Tragedi ambruknya tembok gedung tua yang menimpa Sanggar Seni Hidayajati Pawayangan merenggut korban jiwa, Senin (16/4). Salah satu korban meninggal dunia adalah Muhammad Az-Zikri dalang cilik berusia 13 tahun yang penuh talenta.

Suasana duka menyelimuti keluarga korban tragedi reruntuhan tembok gedung tua di Desa Gegesik Wetan, Kecamatan Gesik, Kabupaten Cirebon. Orang tua korban, Sadilah, 47 dan Aminah, 43, harus tabah dan ikhlas saat mengetahui anaknya sudah tiada.

Aminah merasa sangat kehilangan anak bungsunya itu. Di usianya yang sangat belia, Az-Zikri menjadi panutan bukan hanya oleh teman sebayanya, melainkan juga oleh orang dewasa warga setempat.

Az-Zikri semasa hidup saat mementaskan seni musik gamelan di ajang festival.

Az-Zikri semasa hidup saat mementaskan seni musik gamelan di ajang festival. (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)

Kecintaannya terhadap kelestarian seni tradisional, khususnya seni pewayangan, Az-Zikri dielu-elukan oleh warga sekitar dan para guru sekolahnya di SMPN 3 Gesik, Kabupaten Cirebon.

Berbagai penghargaan atas pementasan seni tradisional, khususnya di bidang pementasan dalang dan gamelan pernah diraih Az-Zikri. Dalang cilik berprestasi itu amat memberikan kesan bahagia bagi keluarga. Kelucuan, kegigihan, dan ketekunannya belajar menjadi obat pelipur lara bagi Sadilah dan Aminah.

Az-Zikri pun mahir membuat membuat wayang dari kertas karton dan plastik. Bahkan, salah satu wayang buatannya, Az-Zikri meminta rambut sang ibu dan rambutnya disatukan sebagai rambut wayang Petruk kesukaanya.

"Waktu itu, Az-Zikri bilang, minta rambut ibu disatukan dengan rambut Az-Zikri, supaya bersatu di wayang. Ibu boleh yah?" ujar Aminah menceritakan tentang Az-Zikri.

Aminah kembali menceritakan, di usianya yang masih belia, Az-Zikri pernah mendapat piagam penghargaan dari Persatuan Perdalangan Indonesia (Pepadi) Pusat, atas prestasi karyanya pada festival dalang bocah tingkat nasional 2017 lalu.

Az-Zikri pun pernah meraih penghargaa dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada Festival Dalang Bocah Tingkat Nasional pada 2017 di Panggung Candi Bentar di TMII.

"Memang anaknya tidak bisa diam. Rajin dan ulet. Dia tekun. Sebenarnya hari ini saja sebetulnya bukan jadwal dia (Az-Zikri) pergi ke sanggar. Karena dia juga jadi guru oleh temen-temennya di SMPN 1 Gegesik, dia mau dateng ke sanggar," tuturnya.

Seperti diberitakan, tujuh orang tewas setelah tembok bangunan tua sarang walet ambruk menimpa sanggar seni Hidayajati Pewayangan, di Desa Gegesik Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Senin (16/4).

Tembok setinggi lebih dari empat meter itu runtuh menimpa 11 orang korban yang sedang berlatih seni tari Karawitan di sanggar seni tradisional sekitar pukul 10.30 WIB.

Informasi yang didapatkan JawaPos.com, kejadian tersebut bermula saat siswa-siswi SMPN 1 Gegesik sedang berlatih menabuh gamelan. Tiba-tiba tembok bagian gedung sarang walet yang berada di samping sanggar seni runtuh menimpa 11 orang di dalam sanggar.

(wiw/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP