Jumat, 27 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Internasional

Gila Dua Menteri Ini Dukung Para Terdakwa Pemerkosaan dan Pembunuhan!

| editor : 

Ilustrasi kekerasan seksual pada anak di India yang marak dilakukan

Ilustrasi kekerasan seksual pada anak di India yang marak dilakukan (Jawa Pos)

JawaPos.com - Delapan orang yang dituduh melakukan pemerkosaan, penyiksaan, dan pembunuhan seorang gadis Muslim berusia 8 tahun di Kashmir telah diurus India. Mereka diurus melalui pengadilan jalur cepat secara khusus.

Jenazah korban pemerkosaan itu ditemukan di sebuah hutan, dekat Kota Kathua di Kashmir pada 17 Januari lalu. Jenazah tersebut diketahui sebagai Asifa Bano yang berasal dari suku nomaden Muslim di India.

Kasus tersebut kemudian memicu kemarahan banyak pihak. Korban belum dapat diidentifikasi, namun laporan kepolisian merinci sejauh mana cedera yang dideritanya.

Usai munci jadi berita utama di India, lalu muncul tagar #Kathua dan #justiceforAsia yang ramai di media sosial Twitter sejak Kamis lalu. Persidangan dimulai saat laporan tentang pemerkosaan dan pembunuhan terhadap anak-anak di negara bagian barat Gujarat.

Kasus pemerkosaan Kathua tersebut kemudian menjadi berita utama saat kelompok-kelompok sayap kanan Hindu memprotes penangkapan delapan pelaku tersebut. Beberapa warga terlibat dalam sengketa tanah dengan kaum nomaden Muslim, seperti dilansir BBC, Senin (16/4).

Kemarahan masyarakat semakin meningkat setelah dua menteri dari partai nasionalis Hindu, Bharatiya Janata yang diketahui berkuasa di India (BJP) menghadiri unjuk rasa untuk mendukung para terdakwa.

Rincian cedera korban yang telah dirilis pihak kepolisian juga membuat prihatin masyarakat India. Para terdakwa adalah seorang pensiunan pejabat pemerintah, empat petugas polisi, dan seorang anak di bawah umur. Mereka semua berasal dari komunitas Hindu setempat yang terlibat dalam sengketa tanah dengan para kaum Muslim nomaden.

Terdakwa anak di bawah umur tersebut akan diadili secara terpisah dengan terdakwa lain sesuai dengan tindakan hukuman untuk remaja di India. Pemerintah Jammu dan Kashmir telah menunjuk dua jaksa umum untuk menangani kasus tersebut.

(ina/trz/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP