Rabu, 25 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Kali Jenes

| editor : 

Evakuasi Mayat

EVAKUASI: Sejumlah petugas melakukan evakuasi mayat yang ditemukan mengambang di Kali Jenes, Kleco, Solo, Senin (16/4). (Ari Purnomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan warga mengambang di Kali Jenes, belakang SMK Batik 1 Surakarta, Senin (16/4) sore. Mayat belum diketahui identitas tersebut ditemukan dalam kondisi kulit melepuh. 

Informasi yang diperoleh JawaPos.com menyebutkan, mayat kali pertama diketahui warga yang tengah melintas di sekitar lokasi. Awalnya, warga mengira jika sesosok mayat tersebut hanya sebuah boneka. Tetapi, setelah didekati ternyata sesosok mayat.

Temuan ini lantas dilaporkan kepada pihak kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo. 

Salah seorang saksi yang merupakan warga sekitar, Sukitno, 47, mengungkapkan bahwa dirinya pertama kali melihat mayat tersebut sekira pukul 15.00 WIB. "Sekilas saya lihat itu seperti manusia, dan ternyata setelah saya dekati benar mayat," katanya.

Sukitno menambahkan, saat pertama kali ditemukan, mayat masih mengenakan pakaian lengkap. Yakni kaos warna biru, celana pendek dan posisinya tengkurap. Mendapati hal ini, Sukitno pun langsung melapor kepada pihak kepolisian. 

"Saya langsung melaporkan temuan ini ke Mapolsek Laweyan," katanya. Menerima laporan tersebut, pihak kepolisian bersama dengan BPBD langsung terjun ke lokasi guna melakukan evakuasi.

Kapolsek Laweyan, Kompol Santoso mengungkapkan, pihaknya belum mengetahui identitas mayat tersebut. Hanya saja, pihaknya mendapati sejumlah barang yang bisa mengarah ke identitas mayat. 

"Di saku korban ada dua unit HP tapi sudah dalam kondisi rusak, nanti akan kami ungkap datanya. Kemudian korban juga mengenakan sabuk dengan bertuliskan SMP Negeri I Gantiwarno Klaten," ungkapnya.

Akan tetapi, Santoso belum bisa memastikan apakah mayat tersebut merupakan siswa dari sekolah itu atau bukan. "Ya bisa saja ini didapatkan dari membeli, jadi masih kami selidiki," katanya.

Santoso mengimbau kepada pihak yang merasa kehilangan anggota keluarga bisa melaporkan kepada pihak kepolisian.

(apl/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP