Rabu, 25 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Riza Shahab Hanya Direhabilitasi, Arteria Dahlan: Ada Apa dengan BNN?

| editor : 

Anggota komisi III DPR RI dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Arteria Dahlan.

Anggota komisi III DPR RI dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Arteria Dahlan. (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com – Setelah tertangkap basah menggelar pesta narkotika, artis Riza Shahab bersama lima rekannya dinyatakan akan direhabilitasi. Hal itu memancing respons negatif dari banyak pihak. Bahkan muncul opini adanya perlakukan diskriminatif terhadap pemakai narkoba dari kalangan artis atau pesohor di tanah air dan rakyat jelata.

Komentar pedas juga dilontarkan oleh anggota komisi III DPR RI dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Arteria Dahlan. Pria kelahiran Jakarta 42 tahun silam ini mempertanyakan keputusan rehabilitasi bagi Riza dan kawan-kawannya.

Menurut Arteria seharusnya Riza dan lima orang rekannya diberikan hukum berat, sebab telah terbukti berpesta narkoba. Artinya, mereka memiliki niat kuat dan sengaja ingin mengkonsumsi barang haram tersebut.

Riza Shahab dan Reza Alatas di Mapolda Metro Jaya.

Riza Shahab dan Reza Alatas di Mapolda Metro Jaya. (Issak Ramadhan/JawaPos.com)

“Riza Shahab pesta narkoba. Kalau pesta itu ada niat tandanya mau pakai. Masa masyarakat biasa aja di hukum empat tahun. Ini kok artis malah mau direhab. BNN ada apa ini?” ungkap Arteria di gedung Nusantara II komplek DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (16/4).

Di tempat yang sama, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Heru Winarko menegaskan, tidak ada bentuk keistimewaan bagi artis pengguna narkoba. Siapapun yang terlibat menggunakan dan mengedarkan barang haram ini akan dikenakan hukuman sesuai aturan yang berlaku.

“Oh enggak ada (diskriminasi),” tegas Heru.

Sementara itu, lanjut Heru, kasus-kasus narkoba yang melibatkan artis termasuk Riza, banyak ditangani oleh kepolisian. Sedangkan BNN lebih fokus dalam memberantas sindikat pengedar barang haram ini.

“Kalau untuk artis, kebanyakan polisi yang menangani. BNN lebih banyak bicara sindikat,” pungkas Heru.

Sebagai informasi, Riza bersama lima rekannya ditangkap di lobi apartemen The Wave, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (13/4). Setelah dilakukan tes urine, mereka terbukti positif amphetamine dan metamphetamine.

(sat/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP