Senin, 23 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Politik

Tak Terima Amien Disebut Comberan, PAN Balik Serang Inas Nasrullah

| editor : 

Ketua Dewan Pembina Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais disebut sebagai politikus kelas comberan oleh Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir.

Ketua Dewan Pembina Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais disebut sebagai politikus kelas comberan oleh Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir. (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com – Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menyebut Ketua Dewan Pembina Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais sebagai politikus kelas comberan. Sebutan itu ia sematkan lantaran pernyataan Amien soal dikotomi partai Allah dan partai setan.

Tak terima petingginya dikatakan politikus kelas comberan, Ketua DPP PAN Ali Taher Parasong menegaskan, Amien bukanlah seorang politikus kelas comberan. Melainkan, Amien adalah seorang tokoh reformasi yang berani melawan kekuasaan otoriter pemerintahan Soeharto.

Menurutnya, kebebasan demokrasi di era reformasi saat ini tak lain adalah berkat perjuangan Amien. Amien mati-matian memperjuangkan kebebasan demokrasi bahkan sampai mendapat ancaman dari pihak-pihak yang menentang.

Para petinggi Partai Hanura. Politikus Hanura Inas Nasrullah Zubir menyebut Amien Rais politikus kelas comberan karena mendikotomikan partai Allah dan partai setan.

Para petinggi Partai Hanura. Politikus Hanura Inas Nasrullah Zubir menyebut Amien Rais politikus kelas comberan karena mendikotomikan partai Allah dan partai setan. (dok. JawaPos.com)

Atas dasar itu, Ali pun menyayangkan, pihak-pihak yang saat ini seolah lupa jasa Amien, dan malah menuduh mantan Ketua MPR itu tak mengerti tentang reformasi. Dari sini, Ali yakin Inas lah yang sebenarnya tak paham arti demokrasi.

“Jadi, sekarang yang ngomong comberan itulah yang enggak mengerti. Kotoran dia itu (Inas Nasrullah),” ujar Ali Taher di Gedung DPR, Jakarta, Senin (16/4).

Lebih lanjut Ali menengarai, Inas tak mengerti duduk perkaranya, sehingga dengan serta-merta menyebut Amien Rais politikus comberan. Ketua Komisi VIII DPR itu menjelaskan, yang disampaikan Amien pun sedianya terkandung dalam Al-Quran.

Amien merujuk Surat Al-Mujadilah:19-22, yang menerangkan golongan yang telah dikuasai pengaruh setan hingga lupa dari mengingat Allah termasuk golongan setan.

“Jadi, Amien Rais sebagai mubaligh dalam perspektif memban‎dingan jangan sampai ada prilaku seperti itu (mengikuti setan, melupakan Allah),” tegasnya.

‎Sebelumnya, Ketua DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Inas Nasrullah kecewa atas pernyataan Amien Rais. Menurutnya, walaupun mengatasnamakan demokrasi, tetapi pernyataan Amien tetap harus ada batasnya.

“Demokrasi itu bukan bebas semau gue. Tapi, harus ada tanggung jawab di dalamnya,” ujar Inas saat dihubungi, Senin (16/4).

Inas pun menilai, pernyataan Amien Rais bukan bagian dari demokrasi. Melainkan hanya tingkah seorang politikus yang tidak mengerti arti demokrasi di Indonesia.

Inas menyarankan sebaiknya, Amien Rais segera pensiun dari panggung politik di Indonesia. Sehingga tidak lagi membuat gaduh suasana politik di Indonesia.

Sekadar informasi Amien Rais menyebut adanya partai Allah dan partai setan dalam tausiyah usai mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Menurut Amien, orang-orang yang anti-Tuhan, akan otomatis bergabung dalam partai besar, yang disebutnya sebagai partai setan. Sedangkan orang yang beriman bergabung di sebuah partai besar yang namanya hizbullah, partai Allah.

(gwn/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP