Selasa, 24 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Belum Musim Panas, Karhutla Mulai Melanda Sumsel

| editor : 

Kondisi Kota Palembang diwarnai kabut diduga akibat karhutla

Kondisi Kota Palembang diwarnai kabut diduga akibat karhutla (Alwi Alim/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sudah mulai melanda kawasan Suamtera Selatan. Padahal, saat ini belum sepenuhnya terjadi musim panas. Hal ini terjadi di areal perkebunan tebu di daerah Sungai Menang, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel, Senin (16/4).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Iriansyah membenarkan hal tersebut. Namun, untuk luasan yang terbakar ia belum mengetahuinya.

"Saat ini kami mendapatkan informasi kebakaran yang terjadi sudah mampu diatasi," katanya saat dihubungi JawaPos.com, Senin (16/4).

Dikatakan Iriansyah, pihaknya tidak mengetahui apakah karhutla tersebut disengaja atau tidak disengaja. Tapi, memang kondisi dilahan tersebut baru saja melakukan panen.

"Mungkin saja ini disengaja oleh ulah oknum yang tidak bertanggung jawab dalam membuka lahan karena memang lahan yang terbakar ini baru sudah melakukan panen. Tapi, kami belum dapat memastikannya," terangnya.

Untuk penanggulangan, pihaknya telah menghubungi daerah setempat seperti pihak perkebunan, kodim dan Polda untuk segera melakukan upaya pemadaman agar tidak menyebar. Namun, jika nantinya belum juga padam maka pihaknya akan langsung menurunkan tim dan juga melakukan waterboombing dalam upaya pemadaman.

"Saat ini kami sudah menyiapkan satu helikopter bolkow dimana tugasnya untuk patroli. Tapi bisa juga untuk waterbombing dengan kapasitas kecil 500 liter. Sedangkan, untuk pesawat khusus waterboombing dengan kapasitas 4 ribu liter saat ini belum datang dari pusat dan kami masih menunggunya," ujar Iriansyah.

Disinggung soal, kabut yang sempat terjadi, Senin (16/4). Ia mengaku bukan disebabkan lantaran karhutla. Tetapi, dikarenakan adanya uap. "Bukan karena kabut asap tetapi karena uap. Tapi untuk lebih jelasnya langsung ke BMKG," tutupnya.

Sementara itu, Kasi Obv dan Info BMKG Kenten, Palembang, Nandang menjelaskan, kabut asap yang terjadi di Kota Palembang bukan dikarenakan asap karhutla melainkan uap air yang turun ke permukaan tanah yang biasa disebut fog atau mist. Dimana jika uap air yang mengendap kepermukaan tebal maka disebut fog. Namun, jika tipis maka disebut mist.

"Keduanya dapat mengurangi Jarak pandang hingga dibawah 1 kilometer, tapi, uap ini tidak menyebabkan sesak saat bernapas berbeda halnya dengan asap yang dihasilkan oleh dampak Karhutla," tutupnya.

(lim/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP