Kamis, 26 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Teknologi

Google Rancang Kecerdasan Buatan agar Manusia Bisa Bicara dengan Buku

| editor : 

google kecerdasan buatan, google berbicara buku

Ilustrasi : Tumpukan buku-buku konvensional. (GettyImages)

JawaPos.com - Teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan mulai merambah ke setiap sektor kehidupan manusia. Salah satunya yang dikembangkan Google Research mengenai seberapa jauh AI dalam memproses bahasa manusia.

Divisi penelitian Mountain View telah meluncurkan sejumlah perangkat yang disebut Semantic Experiences. Semantic Experiences merupakan situs web dengan kegiatan menarik yang menunjukkan kemampuan AI untuk memahami bagaimana kita berbicara.

Seperti JawaPos.com lansir dari laman Engadget, Senin (15/4), salah satu dari dua pengalaman menggunakan AI itu disebut ‘bicara dengan buku’. Pengguna dapat menggunakan situs web tersebut untuk berbicara dengan buku sampai batas tertentu.

Caranya, pengguna cukup mengetikkan pernyataan atau pertanyaan. Hal itu akan menemukan seluruh kalimat dalam buku-buku yang terkait dengan apa yang diketikkan oleh pengguna. Secara sederhana, cara kerja dari AI yang sedang dikembangkan oleh Google itu mirip dengan resensi buku yang ada pada halaman akhir sebuah buku konvensional.

Direktur Riset Google Teknik Ray Kurzweil dan Product Manager Rachel Bernstein mengatakan, sistem tidak bergantung pada pencocokan kata kunci saja. “Mereka melatih AI-nya dengan memberinya miliaran jenis percakapan. Sehingga sistem dapat belajar mengidentifikasi seperti apa respons yang baik yang dapat diberikannya kepada pengguna,” katanya dalam sebuah pernyataan.

“Bicara ke Buku dapat membantu kamu menemukan judul pencarian kata kunci sederhana yang mungkin tidak muncul pada penggunaan Google Search biasa sebagai mesin pencari. misalnya, ketika saya mencari kata ‘Dia mengatakan dia detektif terbesar yang pernah hidup’. Salah satu hasil menyoroti kalimat yang tidak berisi dalam kata kunci yang saya cari, karena AI mengaitkan kata ‘detektif’ dengan ‘penyidik’,” lanjut Kurzweil.

Perkembangan dalam vektor kata, model pelatihan AI memungkinkan algoritma untuk mempelajari hubungan antara kata-kata berdasarkan penggunaan bahasa yang sebenarnya. Kemudian mengarah pada kemajuan dalam pemrosesan bahasa alami selama beberapa tahun terakhir.

Menurut Kurzweil dan Bernstein, situs web ini menunjukkan bagaimana kemampuan baru AI dapat mendorong aplikasi yang sebelumnya tidak mungkin diterapkan pada aplikasi manapun.

“Banyak aplikasi yang didukung AI yang dapat memahami bagaimana kami menggunakan kata-kata lebih baik daripada rekan-rekan manusia kami. Dari sanalah kami terinspirasi untuk mengembangkan sistem berbasi AI ini,” tutup Kurzweil.

(ryn/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP