Rabu, 25 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Internasional

Usai Syria Dirudal AS, Tim Penyelidik Senjata Kimia Datang

| editor : 

AS dan sekutu menghujani Syria dengan ratusan rudal

AS dan sekutu menghujani Syria dengan ratusan rudal (AP)

JawaPos.com - Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons atau Organisasi Larangan Senjata Kimia (OPCW) tetap melakukan penyelidikan terhadap serangan senjata kimia yang diduga dilakukan oleh Pemerintah Syria. OPCW yang bermarkas di Den Haag, tiba di Damaskus beberapa jam setelah serangan udara AS, Perancis, dan Inggris.

Mereka telah ditugaskan untuk menyelidiki lokasi serangan yang diduga di Kota Douma, tepat di sebelah timur Ibu Kota Damaskus. Mereka tiba pada Sabtu, (14/4). Menurut negara-negara barat serangan di Douma melibatkan gas klorin dan sarin dan membunuh puluhan orang.

Tidak ada laporan mereka telah melakukan perjalanan ke Douma. Namun, seorang wartawan AFP melihat Wakil Menteri Luar Negeri Syria Faisal Mokdad memasuki Hotel Four Seasons tempat para ahli kimia tinggal dan pergi tiga jam kemudian.

AS dan sekutunya Inggris, Prancis menggempur Syria dengan rudal

AS dan sekutunya Inggris, Prancis menggempur Syria dengan rudal (Infografis: Kokoh Praba Wardani/JawaPos.com)

Tim pencari fakta biasanya memulai penyelidikannya dengan bertemu pejabat tinggi. Namun setiap pembicaraan diadakan tertutup dan kedua belah pihak bungkam kepada media.

"Kami akan memastikan mereka dapat bekerja secara profesional, obyektif, tidak memihak dan bebas dari tekanan apa pun," kata Asisten Menteri Luar Negeri Ayman Soussan seperti dilansir dari AFP Senin (16/4).

OPCW sendiri telah menyatakan persediaan senjata kimia Pemerintah Syria telah dibuang pada tahun 2014.

(iml/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP