Kamis, 26 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Politik

Gerindra: Kebijakan Pro Asing, Generasi Milenial Suka?

| editor : 

Jokowi

Presiden Jokowi saat menjajal kuda besi chopper di jalur Sukabumi menuju Pelabuhan Ratu. Jokowi menyulap dandanan dirinya seketika jadi anak motor milenial. (JawaPos.com)

JawaPos.com - Sejumlah pengamat menilai Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto dianggap terlalu kaku untuk 'menggaet' generasi milenial. Tidak seperti Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai luwes dalam menarik perhatian generasi milenial.

Hal-hal yang dilakukan Jokowi dalam menggaet generasi milenial di antaranya menonton bioskop, menonton konser musik, jalan-jalan ke mal, dan mengendarai motor chopper.

Menanggapi hal itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Andre Rosiande mengatakan, saat ini yang penting bagi generasi milenial adalah pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan yang banyak. Kaum milenial tidak peduli dengan segala macam pencitraan yang dilakukan Jokowi. Anda sepakat?

Andre Gerindra

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Andre Rosiande mengatakan, saat ini yang penting bagi generasi milenial adalah pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan yang banyak. (rmol/JawaPos.com)

"Yang dibutuhkan itu kepastian mereka mendapatkan lapangan pekerjaan. Kaum milenial itu pemilih rasional tidak butuh dengan pencitraan ke bioskop, nonton konser. Bagi mereka nggak ada manfaatnya," ujar Andre kepada JawaPos.com, Senin (16/4).

Menurut Andre, saat ini Jokowi yang selalu menonton konser musik, bioskop, dan sebagainya. Tidak serta merta menjadikan Jokowi akan dipilih oleh generasi milenial. Karena mereka akan memilih kepala negara yang bisa memberikan penghidupan dan segala kemudahan baginya. 

"Sekarang rakyat sudah cerdas, apalagi pemilih milenial nggak mau ditipu-tipu pencitraan misalnya masuk ke got," katanya.

Justru, generasi milenial ini sudah berpikir, bagaimana nasibnya setelah lulus kuliah, lapangan pekerjaan susah atau mudah, soal kebutuhan hidup yang mahal atau murah. “Nah ini kan di zaman Pak Jokowi, faktanya semua harga meroket," tambahnya.

Oleh sebab itu, saat ini tidak ada gunanya dengan tampang ndeso kemudian berpenampilan sederhana. Entah kenapa, Andre juga mengkritik penampilan yang tidak berkaitan dengan kinerja. Katanya, kebijakan Jokowi tidak berpihak kepada masyarakat.

"Apa gunanya kalau pakai baju sederhana, muka ndeso, tapi kebijakannya hanya untuk asing, kaum milenial suka?" pungkasnya. 

(ce1/gwn/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP