Minggu, 22 Apr 2018
Logo JawaPos.com
Internasional

Rusia Harus Jual Sistem Pertahanan Udara S-300

| editor : 

rudal rusia s-300

Rudal Rusia s-300 (AFP)

JawaPos.com - Rusia diimbau untuk menjual sistem pertahanan udara S-300 ke beberapa negara. Yaitu Iran, Korea Utara (Korut), dan Syria. Selain itu, secara bersamaan Rusia juga harus melatih para prajurit negara dalam menggunakan senjata tersebut.

Seperti dilansir Sputnik, Minggu (15/4), Wakil ketua pertama komite pertahanan rumah parlemen rendah Rusia, Alexander Sherin menjelaskan, S-300 merupakan sistem rudal jarak jauh milik Rusia yang dikembangkan untuk mempertahankan diri dari serangan rudal yang dijatuhkan melalui pesawat ataupun melalui darat. Hal itu penting untuk dipertimbangkan. Tidak hanya pengiriman sistem pertahanan rudal namun juga pengiriman orang-orang yang dapat melatih para personel negara.

Setelah itu Syria, Iran, dan Korut dapat menerapkan sistem tersebut jika mereka menginginkannya. S-300, menurut Sherin, dapat membantu meminimalisir banyaknya tentara sebagai korban dan hilangnya para warga sipil.

Sebelumnya, Kepala Direktorat Operasional Utama Staf Umum Rusia Kolonel Jenderal Sergey Rudskoy mengatakan, Rusia mungkin tengah mempertimbangkan penjualan sistem S-300 ke Damaskus menyusul serangan pimpinan Amerika Serikat (AS) terhadap Syria.

Seperti diketahui, Presiden AS Donald Trump mengumumkan aksi militer di Syria sebagai tanggapan atas dugaan serangan senjata kimia di kota Duma, pinggiran Damaskus, Ghouta Timur, Sabtu pagi (14/4). Washington, Prancis, dan Inggris yang bersatu sebagai sekutu menjatuhkan rudal ke beberapa titik di Syria.

konflik syria, as serang syria

Kronologis Agresi AS dan Sekutunya ke Syria (Rofiah Derajat/JawaPos.com)

Mereka masih yakin bahwa Syria ada kaitannya dengan produksi senjata kimia. Pihak berwenang Syria mengatakan bahwa koalisi Barat telah menembakkan lebih dari 100 rudal yang menargetkan Syria. Tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut, namun tiga orang mengalami luka akibat gempuran tersebut.

Sementara Kementrian Pertahanan Rusia telah mencatat bahwa Angkatan Bersenjata Syria menggunakan sistem pertahanan udara Soviet S-125, S-200, Buk dan Kvadrat untuk mengusir serangan rudal. Keempatnya diproduksi di Uni Soviet lebih dari 30 tahun yang lalu.

(trz/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP