Senin, 23 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Politik

Gerilya di Kalbar, Hasto Minta Cakada dari PDIP Tiru Gaya Jokowi

| editor : 

Hasto di Kalbar

Sekjen PDIP Hasto saat membuka Rakercabsus yang digelar di Gardenia, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Minggu (15/4). (jpnn/jawapos.com)

JawaPos.com - Gerilya politik hingga pelosok tanah air terus dilakukan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP, Hasto Kristiyanto. Kali ini giliaran Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) yang menjadi tujuannya.

Dalam pidato politiknya, Hasto meminta agar semua kader PDIP di Provinsi Kalbar hingga anak ranting bisa bergerak bersama untuk memenangkan calon yang diusung pada pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019.

Menurut Hasto, salah satu kekuatan PDIP adalah struktur yang solid hingga akar rumput sebagai wujud kedekatan dengan rakyat, sesuai semangat yang digelorakan Bung Karno melalui dedication of life.

"Jangan pernah lupakan cabang, anak cabang, ranting, dan anak ranting termasuk satgas karena itulah kekuatan PDIP. Terus bergerak ke bawah bersama rakyat,” ujar Hasto saat membuka Rakercabsus yang digelar di Gardenia, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Minggu (15/4).

Politikus asal DI Jogjakarta itu juga terus mengingatkan semua calon kepala daerah (Cakada) yang diusung PDIP untuk wajib meniru kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang rajin turun ke bawah. Sebab, lanjut Hasto, untuk bisa mendengar aspirasi rakyat maka wajib hadir ke bawah.

“Sering-seringlah turun ke bawah. Karena itu kewajiban pemimpin sekaligus untuk membumikan Pancasila lewat jalan Trisakti yang berpihak pada rakyat,” jelasnya.

Menurut Hasto, Presiden Jokowi telah berhasil melakukan pembangunan yang merata dan menjadikan Kalimantan sebagai halaman depan Indonesia yang cantik sebagaimana daerah perbatasan lainnya.

"Kepemimpinan bersama dan selalu hadir di tengah-tengah rakyat. Itu jugalah yang diterapkan Presiden Jokowi,” lanjut Hasto.

Lebih lanjut, Hasto juga menyatakan, partainya tetap disiplin untuk melakukan evaluasi. Hal itu akan berlaku pada figur yang tidak turun untuk menemui dan menyerap aspirasi rakyat.

"Ketua DPD, anggota DPR yang tidak pernah turun ke bawah, perlu dievaluasi pencalonannya," ujar Hasto yang kembali disambut meriah oleh pimpinan cabang dan ranting.

Hasto juga menjelaskan, pilkada atau pemilu adalah pesta demokrasi yang harus dilalui dengan kegembiraan, dan bukan sesuatu yang harus direbut secara membabi buta dengan menghalalkan segala cara.

“Ingat, PDIP tidak ingin terjadi perpecahan hanya karena persaingan dalam pemilu,” tegasnya.

Di ujung pidatonya, Hasto mengajak seluruh kader banteng di Kalimantan solid dan tegak lurus mematuhi instruksi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Kalau ada elite partai yang dukung calon partai di kabupaten, namun dukung calon lain di provinsi, itu adalah pengkhianat partai," pungkasnya.

Diketahui, dalam Pilkada Gubernur Kalimantan Barat, PDIP mengusung Karolin Margret Natasa yang maju bersama Suryadman Gidot dari Partai Demokrat.

(ce1/aim/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP