Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Maret 2018 | 01.08 WIB

Turung ke Jalan, Mahasiswa Semarang Minta Pendemo PT RUM Dibebaskan

DEMO PT RUM: Puluhan mahasiswa tergabung dalam Aliansi BEM Semarang Raya berdemo di bundaran Jalan Pemuda, Semarang, Kamis (22/3) sore. - Image

DEMO PT RUM: Puluhan mahasiswa tergabung dalam Aliansi BEM Semarang Raya berdemo di bundaran Jalan Pemuda, Semarang, Kamis (22/3) sore.

JawaPos.com - Sekitar 80 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Semarang Raya melakukan aksi di bundaran Jalan Pemuda, Semarang, Kamis (22/3) sore. Di bawah guyuran hujan, mereka menuntut penghentian kriminalisasi aktivis terkait kasus dugaan pencemaran lingkungan oleh PT Rayon Utama Makmur (PT. RUM), Sukoharjo.


Dari pantauan, aksi dimulai dengan berjalan kaki dari kawasan Pleburan, Semarang Selatan hingga ke titik dilakukannya aksi. Ditemui di sela-sela aksi protes, Koordinator aksi M. Sofi Tamam menuturkan bahwa unjuk rasa awalnya hendak dilakukan di depan Mapolda Jawa Tengah. 


"Tapi tadi sama Polrestabes dihentikan dan disuruh di sini (Bundaran Jalan Pemuda) saja. Harus steril, karena besok Pak Kapolri mau datang untuk peresmian gedung baru Mapolda," katanya.


Terkait aksi mereka sendiri, dikatakan oleh Mahasiswa Unwahas itu, bahwa demo digelar sebagai bentuk keprihatinan dan solidaritas terhadap para aktivisi lingkungan yang saat ini ditahan Polda Jateng. Para aktivis itu ditangkap karena sebelumnya menggelar demo terkait pencemaran limbah udara yang dilakukan PT. RUM Sukoharjo, akhir Februari lalu.


“Ini sebagai bentuk aksi solidaritas kami atas penangkapan para aktivis lingkungan itu. Mereka ditangkap polisi, padahal memperjuangkan rakyat yang tercemar limbah PT RUM," sambung Tamam.


Adapun untuk peserta aksi tadi, lanjut Tamam, meliputi gabungan anggota BEM dari universitas Unissula, UNDIP, UNNES, Unwahas, Upgris, dan USM. "Apalagi, salah satu aktivis yang ditangkap itu adalah mahasiswa dari UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta). Jadi kami merasa wajib turun,” tutur mahasiswa Pendidikan Agama Islam itu. 


Aksi mereka pun kemudian dilanjutkan dengan orasi oleh sejumlah mahasiswa, yang beberapa dari mereka memegangi spanduk bertuliskan ‘Stop Kriminalisasi Pedjoeang Lingkungan: Bebaskan Kawan Kami, Kawan Kami Hanya Ingin Memperjuangkan Lingkungan Dan Udara Bersih’.


"Dari UMS sendiri, sehari setelah penangkapan, telah meminta untuk dilakukan penangguhan penanahanan dan belum ditanggapi. Tidak menutup kemungkinan jika itu berlanjut, aksi-aksi berikutnya bakalan ada," tutup mahasiswa semester delapan itu.


Hingga berita ini dikirimkan atau sekitar pukul 16.34 WIB, aksi protes masih berlanjut dan dengan pengamanan ketat jajaran Polrestabes Semarang.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore