Minggu, 22 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Sepakat, Ribuan Driver Gojek Solo Mogok Narik

| editor : 

Demo Gojek

AKSI DEMO: Ribuan driver gojek melakukan aksi damai di kantor perwakilan PT GI di Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (22/3). (Ari Purnomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Sebagai bentuk tuntutan terhadap pihak PT Gojek Indonesia (GI) ribuan driver gojek se-Soloraya sepakat untuk melakukan aksi mogok narik atau offbid. Aksi ini akan berlangsung hingga Jumat (23/3).

Para driver berharap dengan aksi ini pihak manajemen bersedia untuk menarik kebijakannya dan mengembalikan tarif gojek khususnya go-ride seperti sediakala yakni Rp 8.000. 

Admin Grup Q yang juga merupakan driver gojek, Pele mengatakan, para driver sudah berupaya untuk menyampaikan aspirasinya kepada perwakilan PT GI yang ada di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Hanya saja, dari pihak manajemen tidak bisa berbuat banyak mengingat, semua kewenangan sepenuhnya dari PT GI pusat. "Kami tadi melakukan aksi damai dan menyampaikan tuntutan kami, tapi dari manajemen tidak bisa memutuskan," ungkapnya kepada JawaPos.com, Kamis (22/3).

Aksi demonstrasi sendiri diikuti oleh ribuan driver se-Soloraya. Dalam aksinya, selain meneriakkan yel-yel para driver juga membawa spanduk. Spanduk tersebut berisi mengenai penolakan terhadap pemberlakuan tarif baru go-ride untuk jarak pendek atau di bawah lima kilometer.

"Kami menginginkan agar tarif tersebut dikembalikan seperti sedia kala yakni Rp 8.000. Dan kami akan melakukan aksi offbid selama tiga hari atau sampai besok," ungkap Pele.

Pele menambahkan, bahwa kebijakan yang diterapkan oleh PT GI tersebut hanya diterapkan di Kota Solo saja. Sedangkan di kota lainnya belum ada penerapan penurunan tarif tersebut. Setelah menyampaikan aspirasinya, para driver gojek membubarkan diri sekitar pukul 11.00 WIB.

Adanya aksi offbid ini jelas berdampak pada warga yang sudah terbiasa menggunakan layanan gojek. Salah satunya yakni warga Colomadu, Ali, 27.

"Saya kerasa banget, soalnya biasanya menggunakan layanan ini. Kalau ada aksi offbid ini jadi bingung kalau mau pesen-pesen, seperti go-ride, go-food, go-send atau jenis layanan lainnya," ungkap Ali.

(apl/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP