Senin, 23 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Setya Novanto Minta KPK Usut Pihak Lain yang Terlibat Korupsi e-KTP

| editor : 

Setya Novanto

Setya Novanto saat duduk di kursi pesakitan dalam sidang perkara kasus dugaan korupsi e-KTP yang melilitnya, di PN Tipikor Jakarta Kamis (22/3) (Issak Ramadhan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membongkar peran pihak lain yang diduga terlibat dalam korupsi pengadaan e-KTP.

Dalam persidangan, Novanto menuturkan nama-nama yang diduga terindikasi terlibat dalam proyek senilai Rp5,9 triliun itu sudah diserahkan kepada jaksa KPK dalam permohonan justice collaborator dan proses persidangan.

"Saya juga mohon JPU KPK supaya tindaklanjuti pelaku lain yang namanya sudah saya uraikan dalam permohonan JC. Yang ikut berperan dalam perkara ini yang telah rugikan keuangan negara. Yang seperti sudah saya sampaikan ke penyidik sebelum periksa saya," kata Novanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (22/3).

Tak hanya itu, mantan Ketua Umum Partai Golkar ini juga berpesan kepada keponakannya Irvanto Hendra Pambudi dan Pengusaha Made Oka Masagung yang telah menjadi tersangka kasus e-KTP, untuk terbuka mengungkap aktor-aktor lainnya yang terlibat dalam korupsi yang membuat negara merugi Rp2,3 triliun ini.

"Bantu KPK dan kooperatif sehingga semua terbuka tanpa ada ditutupi," ujar Novanto.

Dalam proses persidangan pemeriksaan terdakwa hari ini, Novanto menyebut beberapa nama yang diduga menerima aliran uang proyek e-KTP. Antara lain, dua politikus PDI Perjuangan Puan Maharani dan Pramono Anung.

Kedua nama politisi PDI Perjuangan itu disebut Novanto lantaran telah menerima uang sebesar USD 500 ribu dalam proyek e-KTP ini.

Selain Puan dan Pramono, Novanto juga mengungkap adanya aliran dana yang mengucur ke pimpinan Badan Anggaran DPR dan pimpinan Komisi II DPR RI ketika proyek tersebut bergulir. Menurutnya, uang tersebut ada yang diberikan oleh Andi Narogong dan keponakannya Irvanto Hendra Pambudi

"Pertama adalah untuk komisi dua pak Chairuman sejumlah USD 500 ribu dan untuk Ganjar Pranowo sudah dipotong oleh Chairuman, dan untuk kepentingan pimpinan banggar sudah sampaikan juga ke Melchias Mekeng USD 500 ribu, Tamsil Linrung USD 500 ribu, Olly Dondokambey USD 500 ribu diantaranya melalui Irvanto," jelas Novanto.

(rdw/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP