Selasa, 24 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Bisnis

Defisit 233 Ribu Ton Jelang Puasa, Daging Impor Harus Segera Masuk

| editor : 

Ilustrasi pedagang daging sapi di sebuah pasar tradisional

Ilustrasi pedagang daging sapi di sebuah pasar tradisional (Dok.JawaPos.com)

Jawapos.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menunggu keputusan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mengimpor daging sapi asal Brasil menjelang puasa dan lebaran 2018. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan menyebut kebutuhan daging sapi nasional per tahun rata-rata mencapai 660 ribu ton. Sementara pasokan dalam negeri hanya mampu mencapai 427 ribu ton.

“Kalau nggak salah, seinget saya kita minus sekitar 233 ribu ya,” jelas Oke ditemui di Hotel Santika Premiere, Jakarta, Kamis (22/3).

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah akan melakukan impor secara bertahap. Mengenai asal negara importir serta jumlahnya akan diputuskan dalam rakortas di bawah komando Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian berdasarkan rekomendasi Kementan.

Ilustrasi sapi impor yang akan didatangkan Pemerintah untuk memenuhi pasokan daging di dalam negeri

Ilustrasi sapi impor yang akan didatangkan Pemerintah untuk memenuhi pasokan daging di dalam negeri (Pixabay.com)

“(Daging sapi) Brasil menunggu kepastian Kementan dulu. Kita belum bisa sebelum itu dinyatakan oke,” ujarnya.

Oke mengatakan jumlah daging sapi yang akan diimpor mengacu pada angka impor tahun lalu dengan kisaran 35 persen hingga 40 persen dari total kebutuhan yang ada di dalam negeri. Saat ini, dikatakan Oke, pihaknya menunggu hasil kunjungan tim Kementan yang akan berangkat ke Brasil untuk bisa memastikan berapa dan kapan daging sapi itu akan mendarat ke Indonesia.

“Tanya dulu ke Kementan, timnya kapan berangkat?” ujarnya.

Yang pasti, pihaknya mengharapkan daging sapi asal Brasil itu bisa masuk ke Indonesia sebelum April guna mengantisipasi naiknya harga bahan-bahan pangan menjelang puasa. “Itu yang harus kita kejar segera berangkat supaya begitu April sudah bisa berangkat,” terangnya.

(ce1/uji/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP