Rabu, 25 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Dampak Siklon Marcus Diprediksi Hingga Senin

| editor : 

Siklon Marcus

Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Djoko Budiyono menjelaskan dampak Siklon Markus, Kami (22/3). (Ridho Hidayat/JawaPos.com)

JawaPos.com - Siklon Marcus tumbuh di perairan Australia sejak 16 Maret lalu. Dampaknya di Selatan Jawa diprediksi dapat dirasakan hingga Senin (26/3) pekan depan. Yakni, peningkatan gelombang laut.

Siklon Marcus merupakan semacam pusaran angin di atas lautan. Diameternya bisa mencapai 150-200 km dengan kecepatan di atas 63 km per jam. Fenomena alam itu perlahan semakin menjauh dari Samudera Hindia.

"Jarak yang paling dekat dengan Indonesia saat tumbuh itu dengan Nusa Tenggara dan Papua," kata Kepala kelompok data dan informasi Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Djoko Budiyono ditemui di kantornya, Kamis (22/3).

Pergerakan siklon Marcus ke arah Barat Daya memasuki Samudera Hindia. Dampaknya bisa dirasakan di perairan Selatan Daerah Istimewa Jogjakarta. Dimana tinggi gelombang laut lebih dari 3 meter. "Secara perlahan akan terus menjauh," ucapnya.

Saat ini kondisi cuaca di Jogjakarta sudah masuk masa pancaroba. Hal itu yang terlihat dari pola angin yang pergerakannya tidak konsisten. Terutama di bagian selatan equator. Kondisi udara dalam keadaan lembab berkisar 60-95 persen dengan suhu rata rata perhari mencapai 23-33 derajat Celcius.

Posisi matahari yang berada di equator memberikan kontribusi berupa pemanasan yang kuat dan bisa memberikan suplai uap air di atmosfer. Ini menyebabkan kondisi atmosfer dalam keadaan labil dan lembab. Sehingga terjadi pembentukan awan-awan konvektif seperti Cumulonimbus.

"Kondisi tersebut memberikan dampak pada terjadinya hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang di sebagian besar wilayah Jogjakarta," terang Djoko.

(dho/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP