Minggu, 22 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JPG Today

Dua Cawali Malang Jadi Tersangka

Pjs Wali Kota Malang: Semua Berjalan Sesuai Jadwal

| editor : 

KPK

Ilustrasi. (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 19 tersangka baru dalam kasus dugaan suap pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015. Satu di antaranya merupakan Walikota Malang nonaktif Moch Anton. Sementara lainnya merupakan unsur legislatif DPRD Kota Malang.

Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Malang Wahid Wahyudi menegaskan, kasus hukum yang menjerat sejumlah pejabat tidak akan berpengaruh pada proses pembangunan di Kota Malang. "Proses hukum silakan berjalan. Tetapi saya semaksimal mungkin dengan forum komunikasi pimpinan kota akan berupaya agar proses pembangunan tidak berpengaruh dengan proses hukum tersebut," tegas Wahid, Kamis (22/3).

Sebelum ada keputusan hukum yang sifatnya tetap, unsur pimpinan maupun anggota legistlatif tetap harus bekerja seperti biasa. "Setiap hari saya selalu koordinasi dengan dewan. Saya berharap semua tidak berpengaruh," harap Wahid.

Begitu pula dengan sidang paripurna yang akan digelar pada perayaan HUT Kota Malang ke-104 pada 1 April 2018. "Semua akan berjalanan sesuai jadwal yang ditentukan," imbuhnya.

Wahid lantas mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas Kota Malang. Meski saat ini iklim politik sedang memanas. "Mari jaga citra Kota Malang yang dikenal sebagai kota paling aman di Indonesia," ajak Wahid.

Warga Kota Malang juga diimbau untuk tetap menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Wali (Pilwali) Kota Malang pada Junimendatang. Sekalipun dua dari tiga calon Wali Kota Malang ditetapkan sebagai tersangka. "Kami berharap semua berpartisipasi di dalam Pilkada. Sehingga tingkat partisipasi pemilih bisa di atas tujuh puluh persen," tandasnya.

Seperti diketahui, 2 dari 19 tersangka yang ditetapkan KPK merupakan Calon Wali Kota Malang. Yakni, Moch Anton dengan nomor urut 2 yang berpasangan dengan Syamsul Mahmud. Satu lagi tersangka bernama Ya'qud Ananda Gudban dengan nomor urut 1 yang berpasangan dengan Ahmad Wanedi.

(fis/JPC)

Alur Cerita Berita

Sponsored Content

loading...
 TOP