Jumat, 27 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Jelang Debat Pilgub Sulsel, WALHI Tekankan Isu Pelestarian Lingkungan

| editor : 

Kepala Departemen Aksi dan Advokasi WALHI Sulsel Muhammad Al Amin

Kepala Departemen Aksi dan Advokasi WALHI Sulsel Muhammad Al Amin (Sahrul Ramadan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengimbau agar empat pasang calon gubernur Sulsel yang akan bertarung gagasan dalam debat pertama pada Rabu (28/3) nanti, betul-betul memberikan tawaran solusi yang pro lingkungan.

Kepala Departemen Aksi dan Advokasi WALHI Sulsel Muhammad Al Amin mengatakan, masyarakat menantikan komitmen para kandidat gubernur terhadap pelestarian lingkungan.

"Selama ini, dalam perspektif kami, pembangunan selalu menjadi ancaman bagi wilayah kelola masyarakat maupun lingkungan. Ini penting disampaikan oleh panelis debat kepada kandidat," ujarnya di Makassar, Senin (19/3).

Amin mengatakan, lewat debat publik, masyarakat bisa menilai langsung bagaimana kemampuan para calon gubernur dalam upaya pelestarian lingkungan. Isu tersebut, selama ini dianggap belum banyak diumbar kandidat, baik melalui media massa maupun saat sosialisasi di tengah masyarakat.

"Kita sama-sama paham bahwa pembangunan saat ini dibutuhkan, peningkatan ekonomi diinginkan, tapi bagaimana caranya agar tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup," jelasnya.

Di Sulsel, WALHI menekankan tiga catatan soal kondisi kritis lingkungan hidup. Yang pertama soal konflik agraria dan kehutanan. Pihaknya menganggap masih banyak masyarakat di kawasan hutan yang dikriminalisasi sebagai dampak pembangunan.

Catatan kedua, Amin menyebutkan, soal pembangunan di perkotaan. WALHI menyoroti upaya destruktif seperti reklamasi pesisir yang tidak hanya mengganggu masyarakat dan lingkungan sekitar. Namun juga lingkungan dan masyarakat dari daerah sumber bahan baku timbunan.

Catatan ketiga, soal pembangunan infrastuktur berbasis energi. Di beberapa tempat di Sulsel, menurut Amin, pembangunan sumber energi baru banyak mengorbankan wilayah kelola rakyat.

"Untuk catatan kedua, contoh nyata reklamasi pantai di Makassar, yang turut menganggu masyarakat nelayan hingga di kabupaten Takalar. Kita tidak ingin hal seperti ini terjadi lagi," tegasnya.

Selain catatan di atas, Amin berharap ada inisiatif calon kepala daerah di Sulsel untuk mengedepankan pelestarian lingkungan. Misalnya upaya membangun pariwisata dengan konsep berbasis ekologis atau lingkungan hidup.

Terpisah, komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel Faisal Amir memastikan debat publik Pilgub digelar dalam tiga tahap. Untuk tahap pertama nanti tema yang akan diperdebatkan adalah tentang pembangunan yang berwawasan lingkungan hidup.

Dua debat lainnya digelar pada 19 April dan 9 Mei. Debat akan diisi oleh panelis, yang menggali kemampuan dan pengetahuan kandidat seputar tema. Namun, KPU masih enggan mengumumkan identitas panelis dengan alasan netralitas. Sehingga dalam bekerja mempersiapkan materi, mereka tidak terganggu dan terjaga dari intervensi.

"Kami pastikan panelis punya integritas dan netralitas. Makanya kita minta tidak dibuka identitasnya, supaya kerja mereka tidak terganggu," tutup Faisal.

(rul/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP