Minggu, 22 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Metropolis

Puluhan Rekening Nasabah Mandiri Hilang Misterius

Diduga Dibobol dari Malaysia

| editor : 

Kasus Skimming

BLOKIR: Sejumlah nasabah mendatangi Bank Mandiri KCP Surabaya Graha Pena, Senin (19/3) siang untuk mengurus pemblokiran saldo (Dida Tenola/JawaPos.com)

JawaPos.com - Rentetan korban skimming terus berjatuhan. Di Surabaya, puluhan nasabah ramai-ramai mendatangi kantor Bank Mandiri KCP Surabaya Graha Pena, Senin (19/3) siang. Mereka mengurus pemblokiran rekening lantaran saldo mereka terkuras secara misterius.

Berdasar pantauan JawaPos.com di lokasi, para nasabah tersebut mulai berdatangan pukul 13.30 WIB. Salah seorang yang mengurus pemblokiran tersebut adalah Feri Maulina, 25. Dia mengaku bahwa saldonya hilang sebesar Rp 2,8 juta. "Saya tidak diberitahu oleh bank (Mandiri) dibobolnya di negara mana. Kalau saldo teman saya ada yang dibobol dari Malaysia," ujarnya kepada JawaPos.com, Senin (19/3).

Feri sendiri sudah menghubungi Customer Service (CS) Mandiri. Dia lantas diminta untuk mengurus rekeningnya. Senin (19/3) siang, karyawan swasta tersebut menyambangi Kantor Cabang Surabaya Graha Pena dengan membawa buku tabungan dan fotokopi KTP.

Kasus Skimming

Salah seorang nasabah, Singgih Pratomo, 34, menunjukkan buku rekening yang saldonya raib Rp 4,9 juta (Dida Tenola/JawaPos.com)

Tidak hanya dirinya, Feri mengatakan bahwa teman-temannya di kantor juga menjadi korban skimming. Dari penuturannya, lebih dari sepuluh orang temannya ikut melaporkan kepada pihak bank. Nilainya bervariasi, mulai Rp 178 ribu, Rp 700 ribu, Rp 2 juta, hingga ada yang di atas Rp 2 juta.

Feri sendiri sudah mendapat jaminan dari Mandiri. "Pihak Mandiri sudah menyatakan untuk mengganti uang saya," ungkapnya.

Selain itu, Mandiri juga sudah memberitahu Feri bahwa untuk sementara waktu rekeningnya diblokir. "Saya sudah diberitahu kalau akan diblokir, jadi saya nggak bisa cek (saldo) sekarang. Rata-rata, teman-teman (yang saldonya hilang) melakukan transaksi tanggal 10 Maret ke atas di ATM Graha Pena. Rata-rata ngambil uangnya malam hari," paparnya.

Senada dengan Feri, salah seorang nasabah Mandiri lainnya, Singgih Pratomo, 34, mengaku bahwa saldonya juga raib. Uang di rekening warga Mulyorejo, Surabaya tersebut raib sekitar Rp 4,9 juta. 

Awalnya Singgih tidak tahu bahwa saldonya hilang misterius. Setelah pemberitaan skimming meluas, Singgih memutuskan untuk mengeceknya ke bank. "Teman-teman kantor kan ramai kalau saldonya hilang, hari ini saya ikut ngecek. Ternyata memang saldo saya ikut hilang. Tadi sudah ke petugas, katanya disuruh datang lagi besok (Selasa), sekarang rekening saya diblokir," kata pria yang bekerja sebagai sekuriti JTV tersebut.

Berbeda lagi dengan pengakuan nasabah lain bernama Dita Anisa, 25. Dita mengaku bahwa saldonya tidak hilang. Dia mendatangi kantor Bank Mandiri untuk mengurus pemblokiran.

Sebelumnya, pada Jumat (16/3) sore, Dita mendapat notifikasi dari Bank Mandiri bila ada indikasi pendebitan yang tidak dikenal dari Malaysia sebesar Rp 1,7 juta. Keesokan harinya (Sabtu), Dita menghubungi Customer Service untuk meminta pemblokiran.

Setelah mendatangi kantor Bank Mandiri Senin (19/3), Dita bisa bernapas lega lantaran saldonya masih tetap utuh. "Saya memang meminta untuk diblokir. Saldo saya tidak hilang, kalau punya teman-teman memang ada. Nominalnya macam-macam," ungkapnya.

Corporate Secretary PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rohan Hafas menyampaikan, pihaknya sangat mengapresiasi Kepolisian Republik Indonesia yang sangat cepat mengungkap pelaku kasus kejahatan perbankan dan meresahkan masyarakat belakangan ini.

"Kami telah melakukan tindakan pengamanan terhadap mesin-mesin ATM kami, termasuk memeriksa dan memonitor mesin-mesin ATM tersebut," terang Rohan melalui rilis yang diterima JawaPos.com, Senin (19/3).

Guna menghindari hal serupa, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa waspada dalam bertransaksi. Untuk menghindari kejahatan, nasabah dapat mengaktifkan dan memanfaatkan fitur 'Notifikasi' ke handphone pemegang rekening. Baik kartu kredit maupun kartu debit atau kartu ATM.

Fitur itu akan menginfokan kepada nasabah bila ada penarikan atau penggunaan kartu, baik di mesin ATM atau di merchant "Dengan notifikasi ini, bila ada penarikan dana atau penggunaan kartu yang tidak dilakukan, nasabah dapat cepat mengidentifikasi, melapor dan memblokirnya," tambahnya.

Selain itu, Mandiri juga menyarankan agar para nasabah rutin mengganti nomor PIN. "Dan melakukan perubahan PIN secara berkala," lanjut Rohan.

(did/ce1/HDR/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP