Senin, 23 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Teknologi

Satelit Tiongkok Bakal Menghantam Indonesia, Ini Penjelasan LAPAN

| editor : 

Satelit Jatuh

Satelit Tiangong-1 milik pemerintah Tiongkok akan jatuh menghantam bagian bumi Indonesia (S&T)

JawaPos.com - Satelit Tiangong-1 milik pemerintah Tiongkok diprediksi akan jatuh ke Bumi dalam waktu yang tidak lama lagi. Diprediksi benda antariksa dengan bobot 8,5 ton itu berpotensi jatuh dan menghantam wilayah Nusantara.

Namun Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir dengan adanya kabar tersebut.

Dalam blog pribadinya, Kepala LAPAN Thomas Djamaludin mengatakan bahwa satelit yang akan masuk ke atmosfer bumi itu nantinya tidak akan jatuh dalam keadaan utuh. 

"Stasiun antariksa milik Tiongkok itu nantinya akan terpecah dan terbakar ketika memasuki atmosfer bumi," jelasnya, Senin (19/3).

"Pecahan satelit itu nantinya akan menyebar sejauh puluhan atau bahkan ratusan kilometer sepanjang jalur orbit terakhir yang dilaluinya. Jadi kemungkinan bahaya satelit seberat 8,5 ton itu akan jatuh secara utuh sangatlah kecil," imbuh Thomas.

Dirinya menambahkan bahwa yang perlu diwaspadai bukanlah bahaya tumbukan dari benda angkasa itu. Namun yang harus diperhatikan adalah adanya kandungan racun dari sisa-sisa bahan bakar roket Hydrazine tersebut.

Karena kecilnya potensi bahaya tumbukan antara sampah antariksa dengan bumi dikarenakan sebagian besar wilayah bumi tidak berpenghuni. Misalnya lautan, hutan, dan gurun.

"Jadi masyarakat tidak perlu cemas, namun tetap waspada. Kewaspadaan perlu ketika pada hari-H kejatuhan objek antariksa tersebut ada warga melihat benda jatuh dari langit agar jangan menyentuhnya, tukas Thomas.

“Sebaiknya langsung laporkan saja kepada aparat setempat untuk diteruskan ke LAPAN. Nanti akan dikirim tim evakuasi objek antariksa tersebut dan melakukan tindakan yang tepat bila ada potensi bahayanya,” jelasnya.

Untuk diketahui, wahana antariksa berbobot 8,5 ton tersebut berbentuk tabung dengan panjang 10,4 meter berdiameter 3,4 meter, dilengkapi dengan bentangan panel surya. 

Satelit Tiangong-1 diluncurkan pada 29 September 2011 dan mengorbit pada ketinggian sekitar 350 km.  Pada periode 2012-2013, Tiangong-1 pernah ditempati astronot Tiongkok.

Ketinggian orbitnya selalu dikontrol, terlihat dari riwayat orbitnya. Tetapi sejak 2016, Tiangong-1 sudah tidak dikontrol lagi dan mulai turun orbitnya. Diperkirakan sekitar April 2018 wahana ini akan jatuh.

(ce1/ryn/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP