Senin, 23 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Internasional

Swedia Siap Jadi Tuan Rumah Pertemuan Trump dan Kim Jong Un

| editor : 

Presiden AS Donald Trump siap bertemu dengan Pemimpin Korut Kim Jong Un

Presiden AS Donald Trump siap bertemu dengan Pemimpin Korut Kim Jong Un (Getty Images)

JawaPos.com - Menteri Luar Negeri Swedia dan Korea Utara (Korut) mengakhiri pembicaraan tiga hari di Stockholm pada Sabtu, (17/3) mengenai situasi keamanan di Semenanjung Korea. Sebuah diskusi yang dapat membantu memfasilitasi pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong Un.

Seperti dilansir The New York Times, Sabtu, (17/3), menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Swedia, kedua belah pihak membahas peluang dan tantangan untuk melanjutkan usaha diplomatik pada akhir pembicaraan di antara Menteri Luar Negeri Korut Ri Yong Ho dan rekannya dari Swedia, Margot Wallstrom.

"Swedia menggarisbawahi perlunya Korut untuk menghentikan program senjata nuklir dan misilnya sesuai dengan beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB," tulis pernyataan Kemenlu Swedia tersebut.

Peluncuran rudal Korut yang sering membuat khawatir AS dan sekutunya

Peluncuran rudal Korut yang sering membuat khawatir AS dan sekutunya (KCNA)

Selain melakukan pembicaraan dengan Menlu Swedia, Ri Yong Ho juga bertemu dengan Perdana Menteri Stefan Lofven pada Jumat pagi, (16/3).

Lofven mengatakan, ia bersedia menjadi tuan rumah pertemuan antara  Trump dan Kim. "Jika kita dapat membantu dengan cara apapun, kita akan melakukannya," katanya pada sebuah konferensi pers.

Swedia selama ini juga memiliki kedutaan di Pyongyang sejak tahun 1970-an.

Direktur Institute for Security and Development Policy Swedia, Niklas Swanstrom mengatakan, Swedia memiliki beberapa akses dan pengaruh di Korut.

"Dibandingkan dengan negara-negara Barat lainnya, kami memiliki hubungan unik dengan pemerintah Korut karena netralitas, peran pengawasan dan juga misi perlindungan kami," kata Swanstrom.

Jika perundingan yang akan datang diadakan di luar negeri, maka Swedia atau Swiss bisa menjadi pilihan.

Ketegangan antara Korut dan negara-negara barat, terutama Amerika Serikat, telah turun dalam beberapa pekan terakhir, setelah kedua pihak saling menukar serangkaian ancaman dan penghinaan.

Meski kekhawatiran akan adanya konfrontasi sedikit mereda, keputusan Trump untuk menerima undangan dari Kim untuk bertemu cukup membuat banyak pakar politik terkejut.

Dalam satu tanda pelonggaran ketegangan, latihan militer Korea Selatan-Amerika gabungan tahun ini diperkirakan akan berlangsung lebih pendek dan menggunakan lebih sedikit aset militer.

Menurut media Yonhap, latihan militer Korsel-AS akan berlangsung hanya sebulan. Latihan yang dilakukan juga lebih sedikit.

(ina/trz/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP