Selasa, 24 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Masjid Unik Ini Hanya Dibuat 100 Hari

| editor : 

Masjid Merah Kedung Menjangan berlokasi di Kecamatan Harjamukti ini dibuat 100 hari, Rabu (14/3).

Masjid Merah Kedung Menjangan berlokasi di Kecamatan Harjamukti ini dibuat 100 hari, Rabu (14/3). (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)

JawaPos.com - Masjid Merah Kedung Menjangan sisi bangunannya dihiasi arsitektur etnik Cina, Demak, dan Cirebon. Masjid etnik yang berlokasi di Kelurahan Kedung Menjangan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, itu memiliki kisah unik saat proses pembangunannya.

Konon, proses pembangunan masjid yang bernama asli Masjid Nurbuat itu diselesaikan hanya dalam kurun waktu 100 hari, tidak kurang dan tidak lebih. Pengerjaannya pun tidak melibatkan banyak orang. Hanya sekitar belasan pekerja dari jamaah masjid.

Masjid itu awalnya berbentuk Tajug (musola), didirikan pada tahun 2000. Berdiri di atas tanah wakaf milik Keraton Kanoman, memiliki luas tanah 5000 meter persegi.

"Semua pekerja adalah jamaah Masjid Merah Kedung Menjangan. Hanya ada belasan orang, dua diantaranya yang ahli arsitektur," ujar Bari, 50, pengelola Masjid Merah Kedungmenjangan kepada JawaPos.com, Rabu (14/3).

Lanjut Bari menceritakan, dahulu kala, sudah ada wasiat dari sesepuh warga akan dibangun masjid di lokasi setempat. Titah itu pun datangnya dari Syekh Tengku Abdul Rauf Singkil yang merupakan murid utama dari Syekh Abdul Qodir Jailani.

Anehnya, Bari menuturkan, saat proses pembangunan masjid yang memakan waktu yang sangat singkat, para pekerja tidak merasakan lelah. Para jamaah seperti punya stamina yang tinggi, dan selalu punya semangat menyelesaikan pembangunan masjid.

"Syekh Tengku Abdul Rahman Rauf Singkil sendiri dimakamkan di pekarangan Masjid Syiah Kuala, Aceh. Saat terjadi Tsunami, makamnya tidak rusak," tuturnya.

Di bagian dalam masjid berdiri menjulang tinggi 17 saka (tiang). Ketujuh belas tiang itu merupakan simbolisasi dari jumlah rakaat solat dalam sehari.

Sementara, di bagian luar masjid ini terdapat 33 tiang berwarna merah bata yang berdiri kokoh. Jumlah tiang memberikan arti dari jumlah wirid Tasbih, Hamdalah, dan Takbir seusai solat.

Tak hanya itu, di halaman masjid pun terdapat menara pagoda/memolo khas dengan ornamen Cina. Memolo (atap hiasan) berjumlah sembilan, yang mengisyaratkan kepada Wali Sanga, sembilan wali yang berpengaruh menyebarkan Islam di Nusantara.

"Di luar masjid pun ada sumur kembar. Dua sumur itu dari dulu tidak pernah habis airnya, bahkan musim kemarau, airnya tetap penuh dan jernih," ungkap Bari.

(wiw/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP