JawaPos Radar

Mendagri Sedih, Banyak Kepala Daerah Kena OTT

15/02/2018, 01:05 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Tjahjo Kumolo
SEMINAR: Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (kanan) bersama Bupati Boyolali, Seno Samodro (kiri) saat seminar DPP APDESI, di Boyolali, Rabu (14/2). (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengaku sangat sedih dan prihatin dengan banyaknya kepala daerah yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Kejadian ini seakan terus terjadi meskipun sudah banyak kepala daerah yang tertangkap melakukan dugaan penyalahgunaan kewenangan dan korupsi. 

Tjahjo mengaku sudah sering mengingatkan para kepada daerah bahwa jabatannya sangat rawan terjebak dalam korupsi. Sehingga, seharusnya para kepala daerah lebih berhati-hati dan jangan sampai terjebak dalam hal-hal yang bisa menyeretnya dalam kasus korupsi.

"Seperti dalam penyusunan anggaran, belanja barang dan jasa, jual beli jabatan, bantuan sosial (bansos) dan juga hibah (rawan)," ungkapnya, Rabu (14/2). 

Menurutnya, selama ini banyak kepala daerah yang tidak belajar dari kejadian yang sudah menjerat beberapa kepala daerah sebelumnya. Padahal, hal itu sudah sering diberitakan dalam berbagai media.

Tjahjo pun menolak jika penangkapan kepala daerah tersebut karena apes semata. Karena, tidak seharusnya seorang kepala daerah harus benar-benar paham mengenai mana saja area yang rawan korupsi. Sehingga, bisa menghindari area tersebut. 

"KPK kan ketatnya seperti itu, kenapa mereka tidak belajar dari yang sudah ada (terjadi). Bahkan seorang Presiden juga sering menyampaikan peringatan, tetapi kenapa masih juga terjadi," katanya.

Seperti diketahui, sejumlah kepala daerah yang ditangkap KPK yakni Bupati Subang, Imas Aryumningsih, kemudian ada Gubernur Jambi, Zumi Zola dan juga sejumlah kepala daerah yang lain. Bahkan untuk Imas sendiri merupakan salah satu peserta Pilkada 2018 ini.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up